Makna Sesaji dalam Ritual di Simbar Dodo yang Penuh Dengan Hal Mistis

Pesantenanpati.com – Simbar Joyo Dodo atau biasa terkenal dengan sebutan Simbar Dodo memang penuh dengan hal-hal yang misterius dan mistis. Simbar Dodo ini berada di Sendang Ndodo Kecamatan Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Simbar Dodo adalah tempat yang dianggap mistis. Bahkan di situ banyak kejadian atau hal mistis yang dipercaya oleh masyarakat sekitar. Jika pengunjung melanggar aturan dan tidak sopan di tempat tersebut, maka efeknya akan mendapat dampaknya.

Di punden Simbar Joyo Dodo sejak dahulu sering digunakan untuk melakukan tradisi-tradisi. Sekarang banyak orang yang datang ke tempat ini justru karena memiliki niat tertentu dan melalui perantara Simbar Dodo mereka ingin niatnya terkabul. Saat melakukan ritual, seseorang biasanya membawa sesaji. Sesaji yang ia bawa dalam ritual cukup sederhana, yaitu sebagai berikut:

  1. Nasi takir

Nasi takir dan lauk pauk ini dibungkus dengan menggunakan daun jati. Menurut masyarakat Jawa, Takir memiliki arti tataging pikir sebagai simbol kesiapan menghadapi cobaan.

  1. Ingkung (ayam utuh)

Sebelum memasaknya, ayam utuh dibersihkan dari jeroannya. Pembersihan tersebut memiliki arti membersihkan manusia dari kotoran atau sifat-sifat negatif, sehingga bersih baik lahir maupun batin. Ingkung tersebut ibarat seseorang yang tengah bersujud kepada Allah swt.

  1. Telur ayam bulat

Telur ayam bulat berarti telah membulatkan tekad. Sebagai simbol pengharapan akan hasil panen yang bagus.

  1. Tahu dan tempe

Maksud adanya tahu adalah setya tuhu yang artinya manusia yang hidup harus mengingat asal-usulnya. Selain itu ia juga harus berpegang teguh pada kesetiaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Sedangkan tempe sebagai symbol silih bergantinya kehidupan dan sifat manusia yang kadang baik dan kadang buruk. Tempe juga melambangkan kesederhanaan dan kerendahan hati.

  1. Gereh (ikan asin)

Seger lan gurih (Gereh) artinya sebagai manusia, kita harus berpikir positif (segar) dan berperilaku baik. Seperti halnya ikan asin yang hidup di laut secara berkelompok. Hal tersebut melambangkan kebersamaan dan keharmonisan sosial.

  1. Bunga di dalam punden

Apabila melakukan ritual bukan untuk hal-hal mistis atau syirik, maka bunga adalah taburan nyekar dari seseorang di punden. Maknanya, ia ingin mengharumkan Ki Ageng Sumber Simbar Joyo Kusumo.

BACA JUGA :   Sejarah dan Fakta Ritual atau Permainan Mistis Jelangkung

Selain itu, tujuan masyarakat mengunjungi punden Ki Ageng Simbar Joyo Dodo adalah agar hidupnya selamat sekeluarga. Di samping itu, seandainya ia menanam padi, jagung, atau tanaman palawija bisa tumbuh subur.

Di tempat tersebut memiliki beberapa pantangan dan larangan. Larangan tersebut seperti halnya tidak boleh menginjak batu nisan, larangan berbicara dengan suara keras dan larangan untuk melanggar ararahan pengurus punden. Tidak hanya itu saja, masyarakat percaya bahwa air di bawah batu bantalan dapat menyembuhkan segala macam penyakit dan dapat melancarkan segala macam usaha.

Bagi kamu yang ingin mengetahui lebih banyak lagi tentang cerita ini, maka kunjungilah kanal YouTube Pojoke Pati dengan klik link di sini. Nah, itulah cerita singkat mengenai Simbar Dodo yang perlu kamu ketahui.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *