7 Tumbal Pesugihan Paling Sering Diminta, Semuanya Mengerikan

Pesantenanpati.com – Bagi sebagian masyarakat, tindakan melakukan pesugihan dengan tujuan memperoleh kekayaan secara cepat seringkali dijalankan. Walaupun memiliki potensi risiko terhadap diri sendiri, anggota keluarga, dan individu lainnya, serta bertentangan dengan ajaran agama.

Tindakan ini dianggap berisiko karena proses pesugihan tak dapat dilepaskan dari konsep tumbal yang harus diberikan sebagai bagian dari transaksi mereka. Tumbal ini berfungsi sebagai imbalan sebanding dengan hasil yang mereka harapkan dari perjanjian tersebut. Jenis tumbal bervariasi, mencakup mulai dari pengorbanan nyawa anggota keluarga hingga pengorbanan diri sendiri sebagai taruhan yang di berikan. Di bawah ini di sajikan daftar 7 jenis tumbal pesugihan yang umumnya di minta.

1. Tumbal Orang yang Di benci

Tipe tumbal ini umumnya di minta dalam pesugihan tukar guling. Di mana pelaku pesugihan menjalankan aksi menjual musuh dengan mengorbankan individu yang tidak di sukai sebagai tumbal. Individu yang di jadikan tumbal ini berperan sebagai sarana transaksi antara pelaku dengan entitas gaib, di gunakan sebagai bentuk pembalasan dendam atau sebagai permintaan untuk mendapatkan keinginan tertentu.

BACA JUGA :   Ciri-ciri Tempat Usaha yang Menggunakan Pesugihan dan Penglaris Jin 

2. Tumbal Keluarga

Tidak sama dengan pesugihan tukar guling yang melibatkan pengorbanan individu yang tidak di sukai. Terdapat bentuk pesugihan tutup garwo di mana praktisi pesugihan harus bersedia mengorbankan anggota keluarganya sebagai tumbal. Anggota keluarga yang di korbankan dapat berupa pasangan hidup, suami atau istri, dan bahkan anak-anak, bergantung pada apa yang di minta sebelumnya oleh entitas jin penguasa. Meskipun dengan penuh kesedihan mengorbankan orang yang di cintai, di yakini bahwa imbalan dari tumbal semacam ini memiliki nilai yang sangat besar.

3. Tukar Janin

Tukar janin atau meteng tembean merupakan bentuk tumbal dalam pesugihan di mana seorang ibu yang tengah mengandung anak pertama dan berusia kurang dari 7 bulan harus dengan rela melepaskan janinnya untuk diserahkan kepada makhluk jin perempuan yang ingin memiliki keturunan. Pilihan yang di milikinya adalah merawat janin tersebut atau bahkan mengizinkan jin perempuan untuk membunuh anak tersebut guna di pindahkan ke dunia mereka. Setelah perjanjian di capai, sang ibu atau individu yang terlibat dalam pesugihan akan di beri imbalan berupa uang atau barang berharga. Besaran imbalan yang di terima juga tergantung pada identitas bayi yang di jadikan tumbal dan faktor weton yang melibatkan dalam kepercayaan tersebut.

BACA JUGA :   Alas Roban, Hutan Asri yang Penuh dengan Misteri

4. Tumbal Umur Sendiri

Tumbal usia pribadi atau perdagangan umur adalah kesepakatan yang terjadi dalam praktik pesugihan dengan cara mengorbankan sebagian umur pribadi sebagai bentuk harta atau upaya untuk mendapatkan kepuasan oleh individu yang terlibat. Individu yang menjalankan pesugihan semacam ini harus bersedia mengorbankan nyawa mereka sendiri pada saat mencapai titik usia tertentu.

5. Tumbal Jiwa

Tumbal jiwa merujuk pada tindakan mengorbankan nyawa individu yang melakukan pesugihan dengan cara menjadikan dirinya sebagai pelayan bagi jin setelah kematian. Dengan kata lain, individu tersebut akan menjadi milik dari dunia jin dan akan menjadi tawanan abadi. Mereka yang terlibat dalam praktik ini akan melaksanakan serangkaian ritual yang termasuk perjanjian. Di mana salah satunya adalah meminta agar jiwa mereka di jadikan sebagai tumbal yang berhubungan dengan kematian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *