4 Mitos Tentang Hujan yang Masih Dipercaya oleh Masyarakat Indonesia Hingga Kini

Pesantenanpati.com – Indonesia merupakan salah satu negara dengan intensitas curah hujan yang tinggi. Hal itu karena Indonesia merupakan daerah yang memiliki iklim tropis. Biasanya hujan akan turun pada saat musimnya. Namun, kini seakan hujan sudah tidak bisa di prediksi lagi.

Ternyata, dibalik turunnya hujan ada sebuah mitos yang masih dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Meskipun mitos ini sedikit tidak masuk akal, namun nyatanya masih ada masyarakat yang mempercayainya. Inilah beberapa daftar mitos tentang hujan:

  1. Menancapkan atau menggantung cabai untuk menangkal hujan

Sudah menjadi tradisi di Indonesia tentang penyewaan pawang hujan ketika ada suatu acara. Pemerintah Indonesia pun pernah melakukan hal tersebut. Salah satu cara yang biasa digunakan oleh pawang hujan adalah dengan menancapkan atau menggantung cabai dan bawang putih atau merah pada lidi.

Kemudian lidi tersebut ditancapkan ke tanah yang ada disekitar lokasi acara, apabila acara di luar ruangan. Namun apabila acara berada di dalam ruangan, maka pawang hujan akan menggantungkan cabai dan garam pada atap rumah.

  1. Akan ada hal buruk terjadi apabila hujan saat matahari terik

Biasanya, hujan akan turun ketika langit sedang mendung dan awan menutupi matahari. Namun, apabila hujan turun dalam kondisi matahari yang sangat terik, masyarakat Indonesia percaya bahwa aka nada musibah melanda.

BACA JUGA :   3 Pabrik di Indonesia yang Terkenal Angker

Mereka percaya bahwa jika hal itu terjadi maka tidak lama di daerah tersebut aka nada orang yang meninggal. Mitos lain yang beredar jika hujan turun saat matahari sedang terik yaitu akan ada datangnya bencana di daerah tersebut.

  1. Melempar kolor ke genteng

Mitos selanjutnya yang masih di percaya oleh masyarakat Indonesia yaitu melempar kolor ke genteng untuk mencegah datangnya hujan. Hal tersebut biasanya akan dilakukan oleh pawang hujan dengan melafalkan doa-doa khusus.

Kolor yang di gunakan adalah kolor milik tuan rumah yang sedang mengadakan hajatan. Namun, kolor yang di pakai untuk ritual ini adalah kolor yang sudah pernah di gunakan.

  1. Hujan saat imlek akan membawa keberuntungan

Masyarakat Tionghoa percaya bahwa saat perayaan imlek dan hujan turun, maka itu merupakan pertanda adanya keberuntungan. Datangnya hujan ini di anggap sebagi keberuntungan dan kemakmuran bagi masyarakat Tionghoa selama satu tahun ke depan.

Itulah beberapa mitos yang hingga kini masih berkembang dan masih di percaya oleh masyarakat Indonesia. Bagi kamu yang tertarik dengan cerita mitos lainnya, kunjungilah kanal YouTube Pojoke Pati.

BACA JUGA :   Hujan Semalaman Sebabkan 4 Kecamatan di Kabupaten Pati Kebanjiran, Masih Bisa Bertambah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *