Guru di Pati Soroti Langkah Pemerintah Ganti Honorer Jadi PPPK Part Time

Pati, Pesantenanpati.com – Guru di Pati menyoroti langkah pemerintah yang akan mengganti tenaga honorer menjadi PPPK Part Time.

Salah satu guru mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Batangan, Putri Arum Wijayanti menyebut hal itu adalah upaya pemerintah memikirkan nasib para tenaga honorer yang telah mengabdi selama ini meski dengan tingkat kesejahteraan yang relatif minim.

Ia juga menilai bahwa pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN PPPK Part Time merupakan keputusan yang bijak.

“Pemerintah memikirkan nasib tenaga honorer setelah sebelumnya mereka telah rela mengabdi dengan tingkat kesejahteraan yang relatif minim,” jelasnya.

“Menurut saya kebijakan pemerintah menerapkan peraturan pengangkatan tenaga honorer menjadi ASN PPPK merupakan langkah yang bijak,” tambahnya.

Sementara itu, Fajar Arief Hartanto selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum mengatakan bahwa hal tersebut merupakan suatu kemunduran pada sistem terlebih saat pemerintah menerapkan sistem linearitas.

“Ini adalah suatu kemuduran pada sistem, terlebih sejak beberapa tahun terakhir pemerintah menerapkan linearitas. Yang dimana guru pengajar mata pelajaran harus sesuai dengan latar pendidikan mata pelajaran tersebut,” kata Fajar.

BACA JUGA :   Prestasi Pati di WTN 2019 Diharapkan Bisa Terulang Tahun Ini

Dengan demikian, ia mengimbau khususnya kepada guru PPPK Part Time, nantinya pada sistem formasi perlu diperbaiki dan dibenahi.

Terlebih guru PPPK Part Time harus memiliki sertifikat pendidik dan mendapatkan sertifikat harus sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkan kepada siswa di sekolah.

“Jadi khusus guru (yg saya tahu) sistem formasinya perlu diperbaiki, karena akan kacau kalau guru mengajar tidak sesuai latar belakang pendidikannya, apalagi guru kan harus memiliki sertifikat pendidik, dan untuk mendapatkan sertifikat itu harus linier dengan mapel yang diajar,” tutupnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *