Pesantenanpati.com – Perubahan gaya hidup modern yang serba praktis secara tidak langsung membuat aktivitas fisik masyarakat semakin berkurang.
Pekerjaan yang didominasi aktivitas duduk, penggunaan kendaraan untuk jarak dekat, hingga kebiasaan menghabiskan waktu di depan layar menjadi faktor utama meningkatnya pola hidup kurang gerak.
Kondisi ini kerap dianggap sepele, padahal dampaknya terhadap kesehatan tubuh cukup serius jika berlangsung dalam jangka panjang. Kurang gerak atau sedentary lifestyle berpengaruh langsung pada sistem metabolisme tubuh.
Melansir dari Halodoc, aktivitas fisik yang minim membuat pembakaran kalori tidak optimal, sehingga meningkatkan risiko kelebihan berat badan dan obesitas.
Kondisi tersebut sering kali menjadi pintu masuk berbagai penyakit tidak menular, seperti diabetes tipe 2 dan gangguan metabolik lainnya. Tubuh yang jarang digerakkan juga cenderung mengalami penurunan sensitivitas insulin, yang berdampak pada kestabilan kadar gula darah.
Dari sisi kesehatan jantung, kurang gerak dapat memicu penumpukan lemak dalam pembuluh darah. Aliran darah menjadi kurang lancar dan tekanan darah berpotensi meningkat. Dalam jangka panjang, kondisi ini meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan stroke.
Selain itu, otot jantung yang jarang distimulasi melalui aktivitas fisik cenderung melemah sehingga fungsi kardiovaskular tidak bekerja secara optimal.
Dampak lain yang sering luput diperhatikan adalah gangguan pada sistem otot dan tulang. Kurangnya aktivitas membuat massa otot menurun dan kekuatan tulang berkurang.
Akibatnya, tubuh lebih rentan mengalami nyeri sendi, kekakuan otot, hingga risiko osteoporosis, terutama pada usia dewasa dan lanjut usia. Postur tubuh pun dapat terganggu akibat kebiasaan duduk terlalu lama tanpa peregangan.
Tidak hanya fisik, kurang gerak juga berdampak pada kesehatan mental. Aktivitas fisik berperan penting dalam pelepasan hormon endorfin yang membantu menjaga suasana hati. Ketika tubuh jarang bergerak, risiko stres, kecemasan, dan penurunan kualitas tidur cenderung meningkat.
Oleh karena itu, membiasakan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau olahraga teratur menjadi langkah sederhana namun penting untuk menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh. (*)











