Kekeringan Melanda Kabupaten Pati, Masyarakat Diminta Melapor Saat Butuh Air

Pati, Pesantenanpati.com – Memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah di Kabupaten Pati mengalami kekeringan.

Wilayah yang terdampak diantaranya Kecamatan Tambakromo, Kayen, Jekenan, Jaken, Gabus, Winong dan Pucakwangi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pati Martinus Budi Prasetyo mengatakan kekeringan paling parah terjadi di 58 desa.

“Dari kajian risiko bencana yang kita lakukan, itu ada 194 desa di 11 kecamatan yang terdampak kekeringan. Dan yang paling parah atau yang terdampak kekeringan lebih awal ada 58 desa di tujuh kecamatan,” ujarnya.

Dikatakannya, dampak adanya kekeringan ini mengakibatkan sebanyak 26.791 jiwa dari 5.206 kartu keluarga (KK) sehari-hari kesulitan air bersih. Mereka antara lain tersebar di Desa Tambahmulyo, Jatisari, Kedungmulyo, Sidomukti, Ronggo, Mojoluhur, Kletek Sidoluhur, Gebang dan Pasuruhan.

Martinus mengaku, tidak menutup kemungkinan bakal ada desa-desa lain yang terdampak krisis air bersih, mengingat curah hujan yang tidak ada sama sekali pada musim kemarau tahun ini.

BPBD Pati dibantu relawan setiap hari mengirim sebanyak lima hingga enam truk tangki air bersih ke desa-desa terdampak kekeringan di Pati. Hal ini bertujuan untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih.

BACA JUGA :   PPKM Dicabut Jadi Dampak Positif bagi Pelaku UMKM di Pati

“Kami juga bekerja sama dengan berbagai pihak, di antaranya PMI, relawan hingga perusahaan-perusahaan untuk mengeluarkan CSR-nya, yaitu mengirimkan air bersih ke sebagian wilayah di Kabupaten Pati yang terdampak kekeringan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Martinus mengatakan, selama rentan bulan Agustus hingga bulan September kekeringan akan mencapai puncaknya. Sehingga ia menghimbau kepada masyarakat agar segera melapor jika membutuhkan air bersih. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *