265 Siswa-Guru di Gembong Pati Diduga Keracunan MBG, Pemkab Tetapkan sebagai KLB

Pati, Pesantenanpati.com – Ratusan siswa dan guru dari dua sekolah, MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong, di Kecamatan Gembong, Kabupaten Pati, diduga alami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkannya sebagai sebuah kejadian luar biasa (KLB), dengan tujuan memastikan penanganan dapat berjalan maksimal bagi para korban yang terdampak keracunan MBG.

“Karena menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB),” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra dalam keterangan resminya, Kamis (10/09/2026).

Menurut Chandra, pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat seperti KLB ini telah ditangani oleh Pemkab dengan menggunakan belanja tidak terduga, lantaran menyangkut keselamatan korban.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau,” jelasnya.

Kemudian, Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Joko Leksono Widodo, menyebut adanya perkembangan total sebanyak 265 siswa yang bergejala dalam kasus keracunan MBG tersebut, salah satunya merasakan mual-mual.

BACA JUGA :   Pemuda di Pati Jadi Tersangka Atas Kasus Pembakaran Rumah

“Secara global korban yang terlaporkan pagi ini ada 265 bergejala. Bergejala itu artinya mungkin ada mual dan lain-lain,” kata Joko.

Dalam hal ini, di antara sebanyak 54 siswa yang menjalani rawat inap tersebar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo 24 siswa, RS Mitra bangsa 12 siswa, RS KSH Pati 18 siswa, dan RS Fastabiq 1 siswa.

Kemudian, sebanyak 138 siswa yang menjalani rawat jalan tersebar di antaranya berada di RSUD RAA Soewondo Pati 104 siswa, RS Mitra Bangsa 31 siswa, dan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Gembong 3 siswa. Sementara itu, jumlah yang lainnya dipastikan sudah pulang ke rumah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *