Ayah Aniaya Anak di Bandung Barat Demi Bisa Rujuk dengan Mantan Istri

Pesantenanpati.comSeorang ayah bernama Dayat alias Cepi atau Pepi (28) tega menganiaya anak kandung perempuannya berinisial R (5).

Peristiwa itu terjadi di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. Aksi pelaku diketahui karena dipicu keinginannya untuk rujuk dengan mantan istrinya Rika (23).

Aksi pelaku juga didorong karena pelaku sering dibandingkan dengan ibu korban. Saat melakukan aksinya, pelaku sengaja merekamnya dan kemudian dikirim ke mantan istrinya.

“Melakukan penganiayaan tersebut untuk mendapatkan simpati atau empati dari ibu korban,” ujar Kapolres Cimahi AKBP Moh. Faruk Rozi dilansir dari Kompas.

Pelaku dan mantan istrinya telah resmi bercerai. Namun pelaku masih ingin melanjutkan rumah tangganya. Keretakan rumah tangga ini kemudian menjadi alasan pelaku melakukan perbuatan nekat.

“Perbuatan itu dilakukan secara sengaja untuk rekamannya akan dikirim ke ibu korban. Supaya ibu korban itu mau rujuk kembali,” ujarnya.

“Kemudian dari hasil pendalaman kami juga memperoleh motif yang lain, yaitu pelaku yang merupakan ayah kandungnya sendiri itu merasa kesal terhadap korban, karena sering dibanding-bandingkan perlakuannya ketika korban berada di bawah asuhan ibunya, dibandingkan dengan perlakuan pelaku terhadap korban,” lanjutnya.

BACA JUGA :   Dito Mahendra Terancam Hukuman Mati setelah Jadi Tersangka Senpi Ilegal

Aksi penganiayaan itu terjadi pada Minggu (26/7/2026) di rumah pelaku yang berada di Desa Cintaasih, Kecamatan Cipongkor.

Korban awalnya tak mau dibawa pulang ke rumah pelaku dan memilih bersama ibunya di Desa Cibende. Korban pun dibawa paksa dan pelaku pun melampiaskan emosinya kepada korban.

Pelaku memukul brutal korban, menampar, hingga menjambaknya. Akibatnya hidung korban mengeluarkan darah dan korban pun menangis. Korban mengalami luka di wajah dan bagian paha.

Sementara itu, ibu korban kaget mengetahui hal itu. Ia sendiri baru pulang ke Indonesia sekitar tiga bulan lalu setelah bekerja selama tiga tahun sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Arab Saudi. Sedangkan pelaku pengangguran.

“Itu anak saya satu-satunya, masih 5 tahun. Saya dikirim video sama dia (pelaku). Kalau kejadiannya bagaimana saya kurang tahu, cuma kan sesuai yang di video anak saya dipukul, dijambak, ditempeleng sampai berdarah,” ujarnya.

“Jadi anak saya enggak mau pulang, maunya sama saya di sini. Cuma akhirnya dibawa paksa, akhirnya karena emosi anak saya disiksa sama pelaku. Jadi berdarah itu memang karena dipukul sama tangan kosong,” lanjutnya. (*)

BACA JUGA :   Kunjungan Kedubes Austria ke IKN Lebarkan Peluang Kolaborasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *