PT OVO Buka Suara Terkait Dugaan Penggunaan Layanannya untuk Transaksi Pornografi

Pesantenanpati.com – Dompet digital OVO diduga dipakai untuk media pembayaran oknum yang memperdagangkan video pornografi.

Menanggapi hal itu, pihak PT Visionet Internasional (OVO) pun buka suara. Pihaknya menduga ada penyalahgunaan layanan transfer antarpengguna untuk memfasilitasi transaksi tersebut.

Andriani Ganeswari selaku Communications Manager OVO mengatakan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan kerja sama terkait hal yang melanggar Undang-Undang.

Layanan yang disediakan sepenuhnya dijalankan dengan mematuhi peraturan perundang-undangan yang ada.

“OVO tidak pernah melakukan kerja sama dalam bentuk apapun, baik secara resmi ataupun tidak, dan dengan pihak manapun terkait pemrosesan transaksi yang merupakan pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya penerimaan transaksi pembayaran untuk memfasilitasi perdagangan atau penyebaran konten pornografi,” paparnya pada Kamis (29/12/2022) dilansir dari Detik.

Sebagai informasi, Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebelumnya melaporkan bahwa pihaknya mencatat transaksi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Child Sexual Abuse (CSA) sepanjang 2022 mencapai Rp 114.266.966.810.

BACA JUGA :   Diserang Harimau Lagi, Warga Bakar Kantor TNBBS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *