76 Sekolah di RI Dicoret Sementara oleh BGN dari Sasaran MBG

Pesantenanpati.com – Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) mengungkapkan terkait dengan sebanyak 76 sekolah di Pulau Jawa yang akan dikeluarkan sementara dari sasaran program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini berdasar pada sejumlah 39.352 siswa di 76 sekolah tersebut yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, sehingga anggaran program MBG akan dialihkan kepada kelompok yang lebih membutuhkan intervensi pemenuhan gizi dari Pemerintah Pusat.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan bahwa pengambilan langkah tersebut merupakan bagian dari penajaman sasaran (refocusing) penerima manfaat MBG yang tengah dilakukan oleh pemerintah.

“Sampai dengan hari ini kami sudah melakukan pendataan dan sudah teridentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa dengan jumlah penerima manfaat 39.352 siswa,” ujar Agustina, dilansir dari CNN Indonesia.

“Itu juga akan kami efisiensikan dengan memfokuskan anggaran untuk anak-anak yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi,” tambahnya dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, dikutip Jumat (19/06/2026).

Dalam hal ini, Sari juga menjelaskan bahwa sejumlah 76 sekolah tersebut dipilih berdasarkan indikator-indikator yang telah disusun oleh pihak BGN, mulai dari kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi, hingga akses terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.

BACA JUGA :   Dugaan Pemalsuan Label hingga Minyak Babi, Ompreng MBG Diuji BPOM

“Sekolah-sekolah yang tadi saya sebutkan itu adalah kami anggap berdasarkan beberapa kriteria yang kami susun, mereka secara mandiri mampu memenuhi kebutuhan gizi mereka. Oleh karena itu tidak membutuhkan intervensi dari pemerintah,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *