Karnaval Sound Horeg di Blitar Berakhir Ricuh, Penonton Mabuk Saling Berkelahi

Pesantenanpati.comKarnaval sound horeg di Dusun Bendelonje, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar berakhir ricuh.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (1/8/2026) malam. Karnaval tersebut sebenarnya digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI.

Kepala Dusun Bendelonje, Gufron mengatakan bahwa kericuhan yang terjadi menyebabkan gerobak pedagang kaki lima hancur dirusak massa.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ketika karnaval telah berlangsung selama beberapa jam.

“Itu awalnya perkelahian antar penonton yang mabuk itu. Terus ada yang lari menabrak rombong milik pedagang kopi,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Namun ia tak mengetahui bagaimana kericuhan itu bisa terjadi. Diduga, hal itu terjadi karena massa penonton melampiaskan kekesalannya kepada pedagang kopi yang dinilai mengganggu jalur peserta karnaval sound horeg.

“Iya. (Gerobak) hancur. Dan barang dagangan juga dibawa lari orang-orang,” ujarnya.

Akibatnya, gerobak pedagang hancur dan pedagang kopi mengalami luka di bagian kepala karena lemparan batu.

“Terus tidak tahu juga siapa yang melempar. Tapi pedagangnya juga terkena lemparan batu. Mungkin maksudnya mau melempar kelompok yang berkelahi,” ujarnya.

BACA JUGA :   Mahfud Ungkap Orang Indonesia Bisa Dapat Uang Bulanan Rp20 Juta Tanpa Kerja

Perkelahian antar kelompok penonton memang terjadi beberapa kali dan di beberapa titik di sepanjang rute karnaval.

Perkelahian dipengaruhi minuman beralkohol dan saling ejek.

“Penjual kopinya sempat saya ajak ke rumah. Dan saya bilang kami tidak bisa mengganti seluruh kerugian. Kami hanya bisa memberikan Rp300.000,” ungkapnya.

Ada 26 peserta yang mengikuti kegiatan. Acara digelar dengan maksud untuk menggalang dana pembangunan tempat sadranan di Dusun Bendelonje.

“Tapi dana yang berhasil kami kumpulkan jauh dari target karena penontonnya sedikit, sepi,” katanya.

Polisi sempat datang, namun para pelaku telah kabur. Kepala Seksi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni, membenarkan adanya insiden tersebut. Namun, Polisi tidak menindaklanjuti insiden itu karena tidak ada laporan polisi yang masuk. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *