Apakah Sah Berbicara Saat Wudhu? Berikut Penjelasannya

Pesantenanpati.com – Sebelum menunaikan shalat, umat Islam diwajibkan untuk bersuci terlebih dahulu dengan cara berwudhu.

Wudhu pun menjadi salah satu syarat sah seseorang sebelum melakukan ibadah shalat. Wudhu merupakan bersuci dari hadast kecil. Sebagaimana difirmankan oleh Allah SWT dalam surat Al Maidah ayat 6 berikut.

“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

Kesempurnaan wudhu akan mempengaruhi kesempurnaan dalam beribadah. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan berhati-hati dan benar-benar melaksanakan wudhu dengan sempurna. Pelaksanaan wudhu juga memiliki beberapa sunah-sunah yang apabila dijalankan akan mendatangkan pahala tersendiri.

BACA JUGA :   Ummat Islam Diperintahkan Saling Tolong Menolong dalam Kebaikan, Ini Alasannya

Namun, seringkali umat Islam menyepelekan sunah-sunah dalam berwudhu. Bahkan ada yang melaksanakan wudhu sambil bercanda dan berbincang-bincang. Sebetulnya bagaimana hukum berbicara dan bercanda saat berwudhu?

Dalam ceramahnya, Ustad Adi Hidayat pernah menyampaikan bahwa hukum orang yang berbicara saat berwudhu tidaklah batal.

Namun, orang yang berbicara tersebut akan kehilangan kesempatan dalam meraih pahala dan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.

Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk tidak menjawab saat diajak bicara oleh orang lain.

Selain Ustad Adi Hidayat, ulama muslim terkemuka yaitu Syeikh Ibrahim Gulhum yang merupakan Imam di Kementerian Wakaf Mesir juga menegaskan bahwa berdasarkan Fiqh Maliki dan Hanafi, seorang muslim tidak boleh berbicara selama wudhu kecuali untuk berzikir atau memenuhi kebutuhan.

Ada alasan mengapa saat berwudhu dianjurkan untuk tidak berbicara maupun bercanda. Wudhu juga merupakan ibadah yang membutuhkan kekhusyukkan dalam pelaksanaannya.

Sebagaimana yang diterangkan dalam kitab-kitab fiqih bahwa wudhu memiliki urutan dan tata cara tersendiri. Khusyuk berwudhu menghindarkan diri dari salah urutan dan lupa yang berpengaruh dalam sahnya wudhu dan ibadah.

BACA JUGA :   Ketahui Adab dalam Bercermin dan Bacaan Doanya

Selain itu, pelaksanaan wudhu seperti membasuh muka, kaki, tangan haruslah merata dan sesuai dengan yang disyaratkan dalam sahnya wudhu.

Apabila ada bagian yang terlewatkan dari terkena air, maka akan mengakibatkan wudhu menjadi tidak sah ataupun mengurangi kesempurnaan dalam berwudhu. Ketidaksahan wudhu juga akan berakibat pada tidak sah nya ibadah salat.

Hal inilah yang menjadikan berbicara dan bercanda dalam wudhu menjadi tidak dianjurkan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *