Jateng Gencarkan Imunisasi dan Edukasi untuk Cegah Penularan Campak

Pesantenanpati.comPemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus menggencarkan imunisasi dan edukasi untuk mencegah penularan penyakit campak.

Penyakit tersebut diketahui memiliki daya tular yang tinggi, sehingga perlu dilakukan pencegahan.

“Maka, penguatan imunisasi menjadi kunci, tidak hanya untuk campak tetapi juga penyakit menular lainnya, seperti TBC,” ujar Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen.

Selain itu, Kejadian Luar Biasa (KLB) campak sudah terjadi di tiga kabupaten yaitu Cilacap, Klaten, dan Pati. Ditambah dua daerah yang memiliki status suspek yaitu Brebes dan Kudus.

Potensi penyebaran penyakit ini pun perlu diwaspadai. Gus Yasin menilai, kasus campak tinggi karena layanan imunisasi yang terganggu saat pandemi lalu.

“Ini menjadi momentum untuk mengejar ketertinggalan. Kami terus menggerakkan kembali imunisasi, dan memperkuat kampanye kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene menilai perlu ada edukasi publik yang lebih masif dan kolaboratif.

“Edukasi harus terus dilakukan, melibatkan guru, orang tua, hingga influencer. Ini tidak bisa hanya dilakukan pemerintah sendiri,” jelasnya.

BACA JUGA :   Jumlah Penduduk Miskin di Jateng Berkurang Jadi 3,34 Juta Orang

Ia juga menyoroti adanya penolakan imunisasi oleh sebagian orang tua, yang berpotensi memperluas penularan di masyarakat. Karena itu, peran sekolah dan tenaga pendidik dinilai penting dalam memberikan pemahaman kepada orang tua. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *