Wisata Religi Kabupaten Pati yang Ramai Dikunjungi

Pesantenanpati.com – Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dikenal tidak hanya sebagai wilayah agraris, tetapi juga sebagai salah satu destinasi wisata religi yang memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah penyebaran Islam di pesisir utara Jawa.

Melansir dari Tribun Jateng, sejumlah makam tokoh ulama dan penyebar agama Islam hingga kini masih ramai dikunjungi peziarah dari berbagai daerah, terutama pada waktu-waktu tertentu seperti bulan Sya’ban, Ramadan, hingga menjelang hari besar keagamaan.

Salah satu makam yang paling dikenal adalah Makam Sunan Prawoto yang berada di Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo. Sunan Prawoto merupakan putra Sultan Trenggana dari Kesultanan Demak.

Makam ini tidak hanya menjadi tempat ziarah, tetapi juga saksi sejarah penting perjalanan politik dan keagamaan di Jawa pada abad ke-16. Kawasan makam berada di perbukitan kapur yang tenang, memberikan suasana khusyuk bagi para peziarah.

Selain itu, Makam Syeh Jangkung atau Saridin di Desa Landoh, Kecamatan Kayen, juga menjadi tujuan ziarah yang cukup populer. Tokoh ini dikenal sebagai ulama dengan pendekatan dakwah yang khas dan dekat dengan masyarakat.

BACA JUGA :   Pati Jadi Daerah Percontohan Pembelian BMM Via Aplikasi BPH Migas

Hingga kini, haul Syeh Jangkung rutin diselenggarakan dan dihadiri ribuan peziarah dari dalam maupun luar daerah.

Wisata religi makam lainnya adalah Makam Ki Ageng Penjawi di wilayah Kota Pati. Ki Ageng Penjawi dikenal sebagai tokoh penting dalam sejarah awal berdirinya Kabupaten Pati.

Makam ini sering diziarahi oleh masyarakat yang ingin mengenang perjuangan tokoh lokal dalam membangun tatanan sosial dan keagamaan di masa lampau.

Tak kalah ramai, Makam Ki Ageng Selo yang berada di perbatasan Pati dan Grobogan juga kerap dikunjungi peziarah yang singgah dalam rangkaian ziarah wali dan tokoh Jawa.

Sosok Ki Ageng Selo dikenal luas dalam tradisi lisan masyarakat sebagai tokoh yang memiliki peran besar dalam sejarah spiritual Jawa.

Keberadaan makam-makam tokoh tersebut menjadikan Kabupaten Pati sebagai destinasi wisata religi yang hidup sepanjang tahun. Selain sebagai sarana spiritual, ziarah makam juga menjadi media pelestarian sejarah lokal serta penguat identitas budaya masyarakat pesisir Jawa Tengah. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *