BGN Pastikan Motor Listrik Hasil Pengadaan Tahun 2025 Akan Segera Dimanfaatkan

Pesantenanpati.com – Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN RI) memastikan bahwa motor listrik dari hasil pengadaan tahun 2025 akan segera dilakukan pemanfaatan. Bahkan, BGN juga mengungkap sejumlah kementerian yang mengajukan penawaran terkait pemanfaatan tersebut.

“Kan masih dalam proses yang sidik (peny kan itu ya, tapi memang akan dimanfaatkan. Nah kemarin sempat memang ada beberapa yang mengusulkan untuk pemanfaatan itu ya,” ujar Wakil Kepala (Waka) BGN, Agustina Arumsari, dikutip dari Detik.

“Dari Kemensos (Kementerian Sosial) juga ada, dari BPN (Badan Pertanahan Nasional) juga ada, terus dari Pertanian juga sempat ada, dari Kemendesa (Kementerian Desa) juga sempat ada, tapi silakan mengajukan gitu,” tambahnya dalam jumpa pers di kantor BGN, Jakarta, Selasa (21/07/2026).

Menurut Agustina, pihak BGN akan melakukan pengkajian terhadap pemanfaatan motor listrik tersebut untuk sejumlah kebutuhan Kementerian.

Meski demikian, pihaknya mengakui jika mulanya motor listrik tersebut akan diberikan untuk operasional Kepala Satuan Pelaksana Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam rangka pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun demikian, kenyataannya motor listrik tersebut tidak dibutuhkan.

BACA JUGA :   Berikut Risiko Penggunaan Paracetamol untuk Tanaman Cabai

“Karena fungsi mereka kan sebenarnya lebih kepada pengawasan di dalam situ, mereka nggak yang perlu motor untuk ke lapangan dan sebagainya. Hanya memang kemarin kita bilang motor listrik sudah terlanjur motor trail loh, gitu. Artinya ya mungkin buat ibu-ibu kayaknya nggak cocok ya kalau motor trail,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Agustina memastikan jika keberadaan motor listrik yang didapat dari hasil pengadaan era Kepala BGN Dadan Hindayana itu tetap akan dilakukan pemanfaatan lantaran sudah dibeli dengan uang negara.

“Tapi intinya akan dimanfaatkan tapi mungkin nggak semua juga untuk BGN lah ya, karena itu sudah dibayar oleh uang negara. Jadi mohon maaf kalau kemarin ada yang sempat mengungkap itu hasil korupsi, itu dibayar melalui uang negara bukan hasil korupsi,” katanya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *