Ahli Sebut Obesitas pada Perempuan Perlu Dipandang sebagai Penyakit Kronis

Pesantenanpati.com – Sebuah data dari Survei Kesehatan Indonesia 2023 menyebut sebanyak 36,4 persen perempuan dari 47,2 juta orang dewasa di Indonesia hidup dengan obesitas. Namun tahukah kamu, obesitas pada seorang perempuan bukan sekadar persoalan estetika maupun penampilan?

Seorang ahli spesialis obstetri dan ginekologi, Cynthia Agnes Susanto, mengatakan bahwa obesitas yang dialami oleh para perempuan merupakan sebuah penyakit metabolik kronis yang dapat menjadi ancaman kesehatan reproduksi hingga sistem pembuluh darah dan jantung.

“Obesitas perlu dipandang sebagai penyakit kronis yang membutuhkan penanganan komprehensif yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing individu, sesuai evaluasi dokter,” jelas Cynthia dalam keterangannya, dikutip dari Antara News.

Menurut Cynthia, obesitas memunculkan dampak secara lebih luas, mulai dari masa remaja yang mencakup gangguan siklus ovulasi, menstruasi, peningkatan risiko ketidaksuburan (infertilitas), komplikasi kehamilan, hingga pascamenopause.

Pihaknya menjelaskan bahwa obesitas berkaitan erat dengan kesehatan reproduksi yang terlihat pada kondisi sindrom ovarium metabolik poliendokrin (Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome/PMOS), atau yang dikenal sindrom ovarium polikistik (Polycystic Ovary Syndrome/PCOS).

BACA JUGA :   Jalan Kaki Jadi Olahraga Paling Ringan, Kapan Waktu Terbaiknya?

Gangguan ovulasi sering disebabkan oleh kondisi PMOS dengan sekitar 35-50 persen penderitanya juga mengalami obesitas. Hal itulah yang dapat menciptakan kondisi komplek lantaran obesitas mampu memperburuk gejala PMOS.

Sementara itu, perubahan hormon dan metabolisme akibat PMOS membuat upaya pengelolaan berat badan menjadi semakin menantang.

Oleh sebab itu, obesitas patutnya ditangani melalui penerapan pendekatan multidisiplin mencakup perubahan gaya hidup, dukungan psikologis, terapi obat-obatan (farmakologis) sesuai indikasi medis, hingga tindakan bedah pencernaan (bariatrik) untuk pasien tertentu. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *