Sebanyak 2.839 Orang di Demak Mengungsi Imbas Banjir yang Melanda

Pesantenanpati.comSebanyak 2.839 orang di Kabupaten Demak mengungsi imbas banjir yang melanda. Mereka yang mengungsi berasal dari sembilan desa.

Diketahui, banjir melanda Demak imbas luapan Sungai Tuntang usai tanggul jebol karena curah hujan yang tinggi.

“Ribuan pengungsi tersebut mengungsi ke sejumlah tempat, mulai dari balai desa, kantor kecamatan, tempat ibadah, sekolah, hingga rumah warga. Total ada 14 lokasi pengungsian,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak Agus Sukiyono dilansir dari Antara Jateng.

Pendataan pengungsi terus dilakukan. Pemenuhan kebutuhan dasar seperti logistik, kesehatan, dan tempat tinggal sementara juga dipastikan dipenuhi.

Tercatat, ada enam lokasi tanggul jebol diantaranya Desa Trimulyo ada tiga lokasi dengan panjang 30 meter dan 10 meteran, dan Desa Sidoharjo ada tiga lokasi dengan panjang 15 meteran.

Tanggul jebol sebelumnya terjadi pada Jumat (3/4/2026) pagi. Wilayah terdampak meliputi Desa Trimulyo, Sidoharjo, Turitempel, Tlogorejo, dan Bumiharjo (Kecamatan Guntur), Desa Ploso Kecamatan Karangtengah), Desa Lempuyang (Kecamatan Wonosalam), serta Desa Sarimulyo dan Solorire (Kecamatan Kebonagung).

BACA JUGA :   Pegawai SPBU Demak Diduga Mengintip, Pertamina: Salah Paham

Terpantau masih ada sembilan desa di empat kecamatan yang kebanjiran.

“Namun, tren untuk hari ini mulai menurun, baik di Desa Trimulyo maupun desa-desa lainnya,” terangnya.

Pemkab Demak sendiri masih berupaya melakukan penanganan dampak banjir termasuk melakukan asesmen wilayah terdampak, distribusi karung zak untuk penanganan darurat tanggul, penyediaan lokasi pengungsian di beberapa titik, seperti balai desa dan kantor kecamatan.

Monitoring wilayah terdampak, pendataan kerusakan, serta koordinasi lintas instansi juga terus dilakukan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *