Pengeroyokan Berujung Maut di Mranggen Demak, Polisi Amankan Pelaku

Pesantenanpati.com – Pengeroyokan terjadi di Jembatan Flyover Ganefo, Desa Kembangarum, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, pada Jumat (26/12/2025) dini hari.

Satreskrim Polres Demak telah berhasil mengamankan pelaku. Kasat Reskrim Polres Demak, Iptu Anggah Mardwi Pitriyono, menjelaskan bahwa pihaknya awalnya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya keributan di sekitar Pasar Ganefo.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Polsek Mranggen segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan mendapati seorang laki-laki dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban lantas dievakuasi ke RS Pelita Anugrah Mranggen untuk mendapatkan penanganan medis.

“Setibanya di rumah sakit, korban langsung mendapatkan perawatan medis dan sempat dinyatakan masih hidup. Namun tidak lama kemudian, korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Iptu Anggah.

Korban diketahui bernama Muhammad Bimo Saputra (17), warga Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi pun dilakukan. Hasilnya, tim opsnal Satreskrim Polres Demak berhasil mengamankan para terduga pelaku di wilayah Kecamatan Mranggen.

“Ada tiga terduga pelaku yang kami amankan, yaitu WS (28) warga Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, MBS (21) warga Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak, serta ABH HNA (17) warga Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak,” jelasnya.

BACA JUGA :   Pati Jajaki Peluang Ekspor Nila Salin

Para tersangka dijerat dengan tindak pidana pengeroyokan terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia.

“Tersangka dikenakan Pasal 80 ayat (3) jo Pasal 76C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, atau Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *