Kecamatan Pamotan Rembang Masuk Zona Merah DBD

Rembang, Pesantenanpati.com Wilayah Pamotan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah (Jateng), mengalami kenaikan kenaikan kasus demam berdarah dengue (DBD) dimana rata-rata 10 kasus per bulan.

Pemerintah Kecamatan Pamotan menggelar program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) secara bersamaan. Pasalnya, Pamotan termasuk wilayah zona merah akibat ada seorang warga yang tutup usia karena DBD.

“Kami zona merah karena ada kasus satu yang meninggal dunia,” kata Camat Pamotan, Rofiq Pahlevi.

Diketahui, dari Januari hingga awal Juni, telah ada 10 kasus setiap bulannya sehingga PSN dilakukan serentak di 23 desa hari ini, Jumat (28/6/2024).

Untuk menyukseskan program PSN, kepala desa diminta memerintahkan, tim penggerak PKK, dan kader jumantik untuk melakukan 3M (menguras, mengubur, menutup).

“Kami sudah atur waktunya, masuk ke sekolah-sekolah. Ini juga untuk instansi,” tambah Rofiq.

Kemudian, dia menekankan perlunya memberantas demam berdarah di setiap desa. Apalagi, nyamuk bisa berpindah hingga 100 meter.

Sejumlah desa di Kecamatan Pamotan telah menjalani fogging, seperti Sumberejo, Pamotan, Ringin, dan Tempaling.

BACA JUGA :   PHDI Kecewa Ratna Sarumpaet Langgar Aturan Nyepi

“Informasi dari DKK, telur nyamuk bisa bertahan mulai enam bulan sampai satu tahun,” katanya.

“Harus kerja sama. Kami ingin gerakan serentak di semua elemen: rumah, lingkungan, sekolah, dan instansi. Kolaborasi serentak,” tandasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *