Lahan Bekas Banjir Jadi Penyebab Padi Tak Tumbuh Optimal

Pati, Pesantenanpati.com – Lahan pertanian yang terendam banjir pada awal tahun lalu, disebut menjadi penyebab padi tak mampu tumbuh optimal.

Hal itu karena lahan bekas banjir belum benar-benar siap ditanami padi. Anggota Tim POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) Kabupaten Pati, Jianto menyebut gangguan pertumbuhan pada padi di Pati Selatan terjadi akibat kendala nutrisi tanah, utamanya di wilayah-wilayah pasca banjir.

“Memang tanah bekas banjir (tidak optimal pertumbuhannya) karena belum benar-benar matang untuk ditanami, ” jelasnya.

Pihaknya pun menyarankan agar lahan bekas banjir tersebut sebelum ditanami untuk diberikan pupuk atau nutrisi tambahan seperti zat pengatur tumbuh (ZPT).

Jianto mengatakan perlu adanya mikroba pengurai tanah tambahan yang dimasukkan dalam lahan. Pasalnya lahan yang kebanjiran berminggu-minggu memicu mikroba baik dalam tanah berkurang.

Mikroba tanah sangat tergantung pada tambahan bahan organik tanah seperti pupuk kandang sebagai sumber energi, vitamin, serta zat pengatur tumbuh.

“Itu pertama karena kekurangan asupan pupuk. Jadi kan sudah berkali-kali ditanami padi. Kalau memang tidak berbuah seharusnya petani memberikan semacam ZPT yang mengandung giberelin ditambah KCL cair atau fungisida biasanya mempercepat,” saran Jianto.

BACA JUGA :   Perkiraan Cuaca di Kabupaten Pati, Waspada Hujan Ringan

Diketahui, padi yang tak berbunga sebelumnya terjadi pada desa-desa di Kecamatan Jakenan, khususnya di desa-desa penyintas bencana alam banjir.

Sutrisno, Kelompok Tani Jaya Tondomulyo, Jakenan mengaku baru pertama kali mengalami pagebluk padi tak berbunga. Layaknya gangguan pertumbuhan pada manusia, padi tersebut juga tidak bisa mendapatkan tinggi yang optimal.

“Padi sudah mulai merit atau meteng tapi tidak bisa jebol (mengeluarkan bunga). Tumbuhnya juga pendek, kelihatannya padi kami terkena stunting,” ujar Sutrisno. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *