Ketersediaan dan Stabilitas Bahan Pangan Disketapang Pati Aman Bahkan Lebih

Pati, Pesantenanpati.com – Ketersediaan dan stabilitas bahan pangan bawang merah, cabai, hingga telur di Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kabupaten Pati sangat aman bahkan lebih.

Melalui Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Dinas Ketahanan Pangan Pati, Alfianingsih Firmanwigawati menjelaskan bahwa Disketapang Pati selalu bekerja sama dengan kelompok tani Pati untuk menyuplai bawang merah, cabai maupun telur.

“Ketersediaan dan stabilitas bahan pangan kita aman, semua aman bahkan berlebih, bahkan kita kerjasama dengan kelompok tani Pati sebelah-sebelah kita suplai seperti bawang merah, cabai, telur. Untuk bawang merah Jawa Tengah Pati ini termasuk lumbung bawang merah, terutama Brebes terus kita,” jelasnya.

Lebih lanjut, cabai di Kabupaten Pati saat ini tidak sedang musim panen. Meskipun begitu akan selalu dipastikan stok ketersediaan di Disketapang Pati aman dan cukup.

Pada waktu yang sama, pihaknya juga menyinggung terkait harga bawang merah, cabai ataupun telur di pasaran saat ini. Dimana harga bawang merah dan cabai saat ini dipantau turun meskipun tidak terlalu signifikan.

BACA JUGA :   Diisukan Terjadi Kecurangan, Bawaslu Pati Sebut Potensi Pelanggaran dalam Perekrutan PPS

Sedangkan, untuk telur juga sangat stabil dengan harga yang sama tidak naik maupun tidak turun. Akan tetapi kelangkaan telur saat ini disebabkan oleh oknum-oknum pemain yang membeli telur banyak hingga akhirnya menjualnya dengan harga lebih mahal dibanding di pasar.

“Dan bahkan harga bawang merah dan capai ini turun dipasaran, tapi ya gak terlalu signifikan sih. Kalau telur ini stabil, segitu terus harganya, memang dan ketersediaan barangnya juga ada. Tapi yang sulit itu sebenernya para pemain-pemain itu lo,” singgung wanita yang kerap disapa Fifin tersebut.

Sebagaimana diketahui bersama, telur ternak dari petani yakni sekitar Rp28 ribu, akan tetapi ketika dijual di pasar menjadi Rp31 ribu sehingga selisihnya sangat jauh.

“Seperti ini tadi, dari peternak telu 28 ribu perkilo, tapi dipasar berapa, ada yang 32 ribu 31 ribu. Jadi kan selisihnya banyak ya, ada yang 5 ribu 4 ribu per kilo,” ujarnya.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan tersebut, Disketapang Pati akan salalu mencoba untuk memangkas dan merangkai distribusi tersebut agar masyarakat mendapatkan harga pangan yang sewajarnya dan lebih murah. (*)

BACA JUGA :   3 Kasus Penyakit Kulit Berbenjol Ditemukan di Pati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *