Viral Abah Setu Hina Nabi Muhammad Saat Siaran Langsung

Pesantenanpati.comViral Abah Setu atau Asep Setiawan yang merupakan pimpinan Majelis Dzikir Nurul Hikam di Desa Telajung, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi melontarkan pernyataan yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.

Pernyataan itu ia sampaikan saat melakukan siaran langsung.

“Yang disebut Muhammad itu mana sih? Orang Madinah itu, pantesan ente pada susah sekarang, mengharap dikasih syafaat. Wong dia dilempar batu aja enggak bisa nolong dirinya sendiri. Wong keracunan aja enggak bisa nolong dia sendiri,” ujar Asep dalam siarang langsung tersebut.

Imbas pernyataan tersebut, sejumlah warga menggeruduk Majelis Dzikir Nurul Hikam untuk meminta klarifikasi kepada Abah Setu.

Polisi pun turun mengamankan lokasi. Personel Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Barat telah meminta keterangan dari Abah Setu pada Kamis (10/9/2026) untuk mengetahui konteks video yang beredar.

Abah Setu menyebut, video yang beredar merupakan potongan dari rekaman yang lebih panjang. Video tersebut, jelasnya, telah mengalami pengeditan AI.

Kasus tersebut pada akhirnya dilaporkan ke polisi. Mediasi pun dilakukan di Mapolres Metro Bekasi. Abah Setu kemudian menyampaikan permintaan maaf dan membuat surat pernyataan.

BACA JUGA :   Band Sukatani Minta Maaf dan Tarik Lagu ‘Bayar Bayar Bayar’, Kapolri: Polri Tidak Anti Kritik

Dalam mediasi tersebut, Abah Setu mengakui kesalahannya terkait video yang beredar dan meminta maaf kepada umat Islam.

“Sehubungan dengan beredarnya video yang telah menyinggung kaum muslimin, khususnya telah menghina Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dengan ini saya mengakui dan menyatakan salah atas kekeliruan tersebut. Oleh karenanya, saya meminta maaf yang sebesar-besarnya,” ujarnya.

Ia juga mengaku akan menghentikan berbagai kegiatan yang dinilai dapat menyinggung umat Islam.

“Saya menyatakan akan menutup kegiatan yang berkaitan dengan segala hal yang dapat menyinggung umat, baik Majelis Taklim, konten media sosial, pengajaran terselubung, yang berpotensi menghina dan menyesatkan kaum muslimin,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *