Kepala BKPM Sebut Jepang-Korea Investasi ke RI Senilai Rp570 T

Pesantenanpati.com – Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI), Rosan Roeslani, menyebut adanya komitmen dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel) terkait investasi dengan nilai yang mencapai Rp570 triliun.

Dalam hal ini, Rosan melaporkan adanya capaian realisasi investasi RI sepanjang 2025 beserta proyeksi dan potensi investasi untuk 2026 kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menunjukkan adanya tren positif di berbagai sektor strategis.

Di antara sejumlah sektor yang mendapatkan suntikan modal terbanyak, meliputi industri logam dasar atau barang logam, jasa lainnya, pertambangan, perumahan, kawasan industri, transportasi, gudang hingga telekomunikasi.

Selain itu, Rosan sebagai Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) juga menyebut adanya realisasi investasi pada kuartal I 2026 sebesar Rp498,79 triliun dari target yang ditentukan senilai Rp497 triliun.

“Itu adalah peningkatan 7,22 persen year-on-year dan itu juga, penyerapan terhadap tenaga kerja Indonesia-nya mencapai 706.569 atau 18,93 persen untuk year-on-year-nya,” jelas Rosan usai bertemu Presiden, dilansir dari Antaranews.

BACA JUGA :   Pemkot Solo Targetkan Investasi Rp1,2 T Tahun 2024

Dari total investasi yang masuk ke RI, besaran penanaman modal dalam negeri dengan modal asing tercatat hampir seimbang. Diketahui, penanaman modal dalam negeri dilaporkan berada pada kisaran angka 49,89 persen.

“Kalau asingnya itu, Rp249,94 triliun, dan komposisinya itu, (di) luar Jawa-nya kurang lebih 50,37 persen, dan (di) Jawa-nya itu 49,63 persen atau Rp247,53 triliun,” ujarnya, dikutip Kamis (23/04/2026).

Pada presentase yang dilaporkan, Rosan juga menyebut sejumlah lima negara teratas yang dijadikan sebagai asal investasi, di antaranya Singapura sekitar 4,6 miliar dolar Amerika Serikat (AS), Hong Kong 2,7 miliar dolar AS, Cina 2,2 miliar dolar AS, AS 1,7 miliar dolar AS, dan Jepang 1 miliar dolar AS. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed