8 Mitos Tentang Gerhana Matahari yang Dipercaya Masyarakat

Pesantenanpati.comGerhana adalah salah satu fenomena alam yang seringkali dikaitkan dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat. Padahal ada ilmu yang dapat digunakan untuk mengetahui terjadinya suatu gerhana, contohnya gerhana matahari. Gerhana matahari adalah peristiwa di mana bulan menghalangi sinar matahari. Karena kondisi tersebut, tidak semua sinar matahari sampai ke Bumi.

Tidak hanya di Indonesia, di belahan dunia lain juga ada yang mengaitkan mitos tentang gerhana. Misalnya ibu hamil tidak boleh keluar rumah saat terjadi gerhana, setan datang sebagai pertanda bencana, dll. Berikut ini adalah kumpulan mitos tentang gerhana matahari yang beredar di masyarakat :

  1. Wanita hamil tidak boleh keluar rumah

Mitos populer yang masih orang-orang percaya adalah gerhana matahari dapat berbahaya bagi wanita hamil. Jadi mereka harus berada di dalam ruangan selama gerhana. Jika seorang wanita hamil meninggalkan rumahnya saat gerhana, maka anaknya akan lahir buta dan memiliki bibir sumbing.

  1. Ada yang mencuri matahari

Banyak budaya yang menceritakan bahwa gerhana terjadi saat matahari dimakan atau dicuri. Misalnya, dalam mitologi kuno dikatakan bahwa matahari menghilang karena dicuri atau dimakan serigala. Agar serigala ketakutan dan memuntahkan matahari, maka orang-orang harus membuat suara keras dengan memukul benda-benda di dalam rumah.

  1. Makanan akan terkena racun

Di beberapa bagian India, orang-orang menolak makan selama gerhana matahari. Mereka menjauhkan diri dari makanan. Hal ini dilakukan karena makanan yang dimasak saat gerhana kemungkinan sudah terpapar racun dan terkontaminasi.

  1. Berhubungan dengan monster

Menurut mitologi Hindu kuno, Dewa Rahu di penggal oleh para dewa karena dia menangkap dan meminum Amrita, nektar para dewa. Kepala Rahu terbang ke langit dan menelan matahari, menyebabkan gerhana. Sedangkan di Korea, gerhana matahari disebut-sebut terjadi karena anjing-anjing mistis berusaha mencuri matahari.

BACA JUGA :   Tradisi Unik dari Sumatera yang Masih Bertahan Hingga Kini

Di Vietnam, orang percaya bahwa gerhana matahari di sebabkan oleh katak raksasa yang memakan matahari. Sementara itu, orang Tionghoa kuno percaya bahwa naga langit sedang memakan matahari sehingga menyebabkan gerhana.

  1. Tanda akan terjadi bencana

Orang Yunani kuno percaya bahwa gerhana matahari adalah tanda kemarahan para dewa dan tanda bencana serta kehancuran. Di sebutkan pula bahwa orang Mesir kuno cukup mengkhawatirkan gerhana matahari karena di yakini erat kaitannya dengan kejahatan.

  1. Tuhan sedang marah

Orang Yunani kuno percaya bahwa gerhana matahari adalah tanda Tuhan sedang murka dan  tanda bencana akan segera terjadi di  bumi. Kata gerhana  sebenarnya berasal dari kata Yunani kuno “ekleipsis” yang berarti “di tinggalkan”.

  1. Ada pertengkaran antara matahari dan bulan

Menurut cerita rakyat Inuit, dewi matahari Malina pergi setelah berkelahi dengan dewa bulan Anningan. Gerhana itu terjadi saat Anningan menyusul saudaranya tersebut. Sedangkan menurut legenda Batammaliba di Benin dan Togo, konflik antara matahari dan bulan menjadi penyebab terjadinya gerhana matahari. Mereka mengatakan bahwa gerhana matahari berarti matahari dan bulan sedang berperang. Satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik adalah penduduk bumi harus saling berdamai satu sama lain.

  1. Matahari meninggalkan langit
BACA JUGA :   Daftar Kapal Hantu dengan Cerita Mistis yang Paling Terkenal di Dunia

Kepercayaan suku Tewa dari New Mexico di AS, mengatakan bahwa gerhana matahari merupakan tanda matahari sedang marah dan telah meninggalkan langit menuju rumahnya di dunia bawah.

Nah itulah beberapa mitos yang berhubungan dengan gerhana matahari. Bagi kamu yang tertarik dengan konten mitos-mitos lainnya, maka kunjungilah kanal YouTube Pojoke Pati dengan klik link di sini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *