Kuliner Legendaris Petis di Desa Jetak Pati 

Pesantenanpati.com – Petis Jetak merupakan salah satu makanan legendaris yang sudah turun temurun mulai dari tahun 1978. Hal ini diungkapkan oleh Hayatun (50) salah satu pemilik warung Petis yang ada di Desa Jetak.

Asal mula dibuatnya petis Jetak ini turun temurun dari nenek. Ketika beliau masih kecil, neneknya dulu sudah berjualan petis di Jetak Wetan hingga sekarang usaha ini diteruskan oleh para cucu-cucunya.

“Pertama kali yang jual petis Jetak ini kan dari embah saya dek, nah sekarang sekeluarga jadi pada jualan petis semua. Kalo ini namanya petis Bu Tun, kalo di desa kalongan ada lagi itu punya adek saya namanya petis Bu Tin,” ujar Hayatun saat ditemui di warungnya, Rabu (28/09/2022).

Jangan dibayangkan, makanan yang berasal dari Desa Jetak Kecamatan Wedarijaksa Pati ini seperti petis berbumbu hitam kental yang dibuat untuk isian tahu petis.

Petis Jetak merupakan salah satu makanan tradisional yang terbuat dari olahan tepung jagung yang dibuat seperti bubur dan ditambah kaldu sapi.

BACA JUGA :   Disnaker Pati Sebut Pekerja Dapat 4 Jaminan Kesehatan

“Jadi jagungnya disangrai dulu dek, terus diselep kemudian digoreng pakai pasir. Setelah itu isiannya ada kikil, tangkar atau balungan dimasak seperti semur, nah ayamnya tinggal dibacem sama kecap,” ucap Hayatun.

Ia mengatakan, warung petis setiap hari buka dari jam 09.00-16.00 WIB. Dalam satu hari bisa menghabiskan ayam, kikil masing-masing sekitar 5 kg dan untuk tangkar atau balungan karena banyak peminatnya bisa menghabiskan sekitar 10 kg.

Satu porsi petis ini dijual dengan harga Rp. 10.000, tergantung nanti kalau ada yang minta tambah isian ayamnya harganya beda.

Hayatun menuturkan, walaupun harga bahan bakunya sekarang pada naik. Meskipun begitu, harga sebelum adanya Covid-19 maupun sesudah adanya Covid-19 tetap sama Rp. 10.000.

Dalam sehari penghasilan yang didapatkan bisa mencapai Rp. 1.000.000 lebih, tetapi semenjak adanya Covid-19 penghasilan yang didapatkan berkurang menjadi Rp. 500.000 – Rp. 700.000 .

“Kalau sekarang paling untungnya yang berkurang dek. Sebelum corona itu jualan rame bisa sampe 2x lipat dari sekarang, kalau sekarang agak sepi ya gini,” tuturnya. (*)

BACA JUGA :   Bantuan Stunting Bapanas Tahap 2 di Pati Disalurkan, Warga Merasa Tertolong

 

“Kuliner Legendaris Petis di Desa Jetak Pati.” Mitrapost.com,  28 Sept 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *