Pesantenanpati.com – Sering kali, penumpukan lemak di area perut (buncit) hingga saat ini dijadikan sebagai keluhan utama bagi sebagian orang yang merasa tidak percaya diri atau insecure.
Pasalnya, keadaan perut buncit dinilai tidak hanya mengganggu penampilan saja, tetapi juga menjadi sinyal bahaya bagi kesehatan lantaran adanya kondisi berupa penumpukan lemak di organ dalam.
Dalam hal ini, seorang ahli gizi klinik, Igus Ulfa Yaze, mengatakan bahwa salah satu yang dapat menjadi pemicu utama munculnya perut buncit umumnya berasal dari asupan gula dan karbohidrat berlebih yang dapat melampaui batas kebutuhan harian tubuh.
“Jadi gula itu bukan cuma kayak yang manis-manis aja, misalnya cokelat, terus misalnya kopi susu, cake. Tapi yang kita sebut gula itu, misalnya kayak karbohidrat kelebihan pun itu nantinya akan jadi gula di tubuh kita,” jelas Yaze, dikutip dari Detik.
“Misalnya kayak mie ayam, gorengan, terus nasi kebanyakan, itu karbohidrat kompleks atau karbohidrat simpleksnya kebanyakan,” tambahnya.
Oleh sebab itu sebagai bagian dari upaya penghempasan permasalahan perut buncit sekaligus penekanan terhadap risiko penyakit kronis, Yaze mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk segera melakukan pembenahan terkait gaya hidup melalui kombinasi diet dan pergerakan tubuh.
“Makanya kalau sudah mulai buncit, artinya sudah harus ubah lifestyle-nya. Porsi makan sudah mulai defisit, terus olahraga dan aktivitas fisik juga sudah harus ditingkatkan,” pungkasnya. (*)













