Gunakan Teknik Reproduksi Modern, Populasi Peternakan Sapi di Rembang Capai 100 Ribu Ekor

Rembang, Pesantenanpati.com – Sepanjang awal hingga pertengahan tahun 2026, sektor peternakan sapi di Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah, terus menunjukkan perkembangan yang positif dengan perkiraan mencapai sekitar 100 ribu ekor.

Dalam hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto mengatakan bahwa salah satu strategi utama yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas ternak sapi adalah dengan menggunakan program inseminasi buatan (IB).

Sebelumnya, program IB pada hewan ternak merupakan teknik reproduksi modern yang dilakukan dengan memasukkan sperma dari pejantan unggul ke dalam saluran reproduksi betina menggunakan alat khusus (insemination gun), tanpa memerlukan perkawinan alami.

Hasilnya, dari sekitar 60 ribu dosis IB yang diberikan oleh peternak kepada hewan ternaknya, setiap tahun tercatat angka kelahiran dengan kisaran mencapai 30 ribu pedet hasil bibit unggul.

“Total inseminasi buatan sekitar 60 ribu dosis dan setiap tahun lahir sekitar 30 ribu pedet hasil bibit unggul,” ujar Agus di Sarasehan Petani Tembakau dan Serah Terima Alsintan, di halaman Kantor Dintanpan Kabupaten Rembang.

BACA JUGA :   Pemkab Rembang Gelar Pasar Tani Atasi Kenaikan Harga Sembako

Kemudian, pihaknya juga menjelaskan terkait dengan kualitas bibit sapi ternak yang dihasilkan oleh peternak di Kabupaten Rembang melalui program IB dinyatakan cukup baik dan memiliki daya saing yang tinggi.

Bahkan, bibit sapi dari Kabupaten Rembang juga tercatat banyak dinikmati oleh sejumlah daerah lain, sehingga menjadi sebuah potensi unggulan yang berada dalam sektor peternakan daerah.

“Ini sebenarnya potensi yang sangat besar bagi Rembang, karena kita menghasilkan bibit-bibit unggul. Namun sebagian besar justru berkembang di luar daerah,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *