Pemerintah Akan Ubah Sistem Cek Kesehatan Jemaah Haji

Pati, Pesantenanpati.com – Pemerintah berencana akan mengubah sistem cek kesehatan jemaah haji. Dimana cek kesehatan rencananya akan ditempatkan di awal.

Hal itu adalah upaya untuk melakukan penekanan kasus kematian jamaah haji di tanah suci.

Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kabupaten Pati, Abdul Hamid menjelaskan bahwa pengecekan kesehatan akan dilakukan sebelum CJH melakukan pelunasan Haji untuk memastikan para CJH benar-benar dalam kondisi sehat secara fisik dan psikologis sebelum berangkat.

“Untuk tahun depan, ada sedikit mekanisme pada pengecekan kesehatan. Kalau tahun ini kan pelunasan dulu baru cek kesehatan, nah nanti itu cek kesehatan dulu setelah dinyatakan layak, baru bisa pelunasan,” ujarnya.

Upaya tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Penyelenggara Haji dan Umrah RI dalam merespon jumlah jamaah haji yang meninggal dunia cukup banyak pada tahun 2023.

Abdul Hamid membeberkan jumlah jamaah haji Indonesia yang meninggal di tanah suci pada tahun 2023 hampir 800 jamaah. Ia mengungkapkan bahwa angka tersebut merupakan terbanyak sepanjang sejarah penyelenggaraan haji.

BACA JUGA :   Penanaman Pohon di Kawasan Perlindungan Diharapkan Bisa Kurangi Polusi

“Kemarin itu sepanjang sejarah, jamaah kita yang meninggal di tanah suci itu hampir 800, setelah kita belajar dengan Malaysia, salah satunya hasilnya adalah itu,” jelasnya.

Lebih lanjut, perubahan mekanisme akan otomatis dilakukan pemblokiran pada sistem pendaftaran jamaah haji jika para jamaah dinyatakan tidak lolos cek kesehatan.

“Kalau dari tim kesehatan dinyatakan tidak sehat maka otomatis tidak dibuka blokirnya artinya ia tidak bisa melakukan pelunasan, dan tidak dapat berangkat haji” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *