Sistem SST BKN Akan Diujicobakan Tahun Ini

Pati, Pesantenanpati.com – Sistem Seleksi Terintegrasi (SST) Badan Kepegawaian Negara (BKN) disebut akan diujicobakan tahun ini untuk Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (SSCASN).

Jika sebelumnya akrab dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), maka peserta nantinya pada tanggal 17 September akan menggunakan sistem baru.

SST sendiri merupakan aplikasi pengembangan dan pemutkhiran (pengupdatean) dari aplikasi CAT BKN yang terintegrasi.

Keterangan ini disebutkan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengadaan Pemberhentian dan Informasi Kepegawaian (PPIK) Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Pati, Fendy Eko Sulistianto.

“Nanti ditahun 2023 akan diperbaharui mbak, kalau dulu berbasis sistem CAT BKN kalau dulu, dan sekarang sudah diperbaharui lagi menjadi SST BKN,” sebut Fendi.

“Jadi, sebelumnya sistem seleksi menggunakan Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara, menjadi Sistem Seleksi Terintegrasi Badan Kepegawaian Negara. Pokoknya sistem yang sekarang ini ditambahi lagi, diperbaharui lagi,” tambah dia.

Dalam pengembangan SSCASN ini, pastinya sudah dilakukan beberapa pertimbangan. Terlebih akan dilakukan beberapa pengintegrasian lagi pada data yang berasal dari eksternal.

BACA JUGA :   Pemkab Pati Tekan Netralitas ASN, TNI, dan Polri

Pengintegrasian tersebut meliputi:

  1. Integrasi validasi ijazah dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) maupun data pendidikan lainnya.
  2. Integrasi surat keputusan penetapan kebutuhan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) dengan formasi pada SSCASN.
  3. Integrasi data Surat Tanda Regristrasi Elektronik (e-STR) yang sudah divalidasi oleh Kementrian Kesehatan.

Lebih lanjut, tujuan pengembangan SSCASN pada piloting aplikasi SST juga memberikan beberapa kejelasan. Mulai dari bisa meningkatkan integritas seleksi, mengurai potensi kecurangan, meningkatkan keamanan sistem seleksi dan menerapkan max security.

“Yang namanya piloting, uji coba akan memberikan beberapan tujuan. Tujuannya sendiri dapat meningkatkan integritas seleksi pada pendaftaran CASN, mengurai atau mengurangi potensi yang bisa memicu kecurangan tentunya, meningkatkan keamanan sistem seleksi, dan juga dapat menerapkan pembersih virus (max security),” lanjutnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *