Nelayan di Juwana Terancam Tak Bisa Melaut

Pesantenanpati.com – Nelayan di Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati terancam tak bisa melaut lantaran banjir dan cuaca ekstrem yang masih terjadi.

Salah satunya nelayan kecil di desa Kedungpancing, kecamatan Juwana. ukan hanya tidak bisa melaut hampir dua pekan, kini para nelayan malah terdampak banjir.

Warjo salah seorang nelayan kecil di Desa setempat mengaku sudah 11 hari tidak melaut karena cuaca ekstrem. Kejadian banjir di Desanya semakin membuat kesulitan mencari nafkah.

“Di sini 80 persennya nelayan kecil. Sudah 11 hari tidak melaut. Sementara ya jadi pengangguran mas,” ujarnya sat ditemui Mitrapost.com, Rabu (4/1/2023).

Pria paruh baya itu belum tahu kapan akan melaut lagi, menunggu hingga curah hujan reda dan gelombang laut turun.

“Harusnya ini musim ikan kembung. Tapi belum berani. Kemarin ada yang melaut malah kapalnya terbalik dan hancur mas,” cerita Warjo.

Ditimpa rentetan keadaan, Kini warga Kedungpancing hanya bisa mengandalkan bantuan sosial yang datang dari pemerintah maupun pihak luar.

Situasi ini juga mendapatkan perhatian dari Anggota DPRD Kabupaten Pati dapil Juwana, M Nur Sukarno. Ia mengaku prihatin dengan keadaan masyarakat Kedungpancing.

BACA JUGA :   Ibadah Natal Secara Hybrid Masih Diselenggarakan di Pati

Mengingat kondisi laut yang ekstrem Kepada masyarakat desa yang berprofesi nelayan untuk bersabar, serta terus memantau keadaan cuaca.

disamping itu kebutuhan pokok warga yang terdampak banjir juga harus diperhatikan oleh Pemdes setempat. terus berkoordinasi mencukupi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk mendapatkan bantuan logistik.

“Pemdes harus aktif untuk menyampaikan ke Pemkab, karena musim baratan (cuaca ekstrim mulai Desember) nelayan tidak berani melaut karena ombak besar, angin kencang,” ujar Sukarno. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *