Lestarikan Alam Kendeng Melalui Seni Budaya dan Bertani

Pesantenan.com – Kerusakan alam yang terjadi di Pegunungan Kendeng Kabupaten Pati menjadikan prihatin bagi seluruh elemen masyarakat.

Banyak dari warga terutama masyarakat sekitar Kendeng yang mengeluhkan dampak dari kerusakan alam Kendeng, seperti banjir, jalan rusak dan sebagainya.

Selama ini, dalam merespon kerusakan alam beberapa kali elemen masyarakat melakukan gerakan untuk mengkritik kebijakan yang dilakukan di Pegunungan Kendeng.

Salah satunya yang dilakukan oleh dua perempuan yang berasal dari Desa Baturejo Kecamatan Sukolilo Pati, Widiyaningrum dan Anggit.

Kedua wanita yang merupakan generasi penerus dari kelompok masyarakat Sedulur Sikep tersebut, selalu menyuarakan kelestarian lingkungan melalui kesenian, kebudayaan dan juga bertani.

Seperti halnya yang dilakukan oleh Widiyaningrum, perempuan kelahiran 2009  tersebut, lebih memilih untuk bertani di wilayah Pegunungan Kendeng.

Ia mengaku aktivitas sehari-harinya adalah merawat tanaman palawija seperti jagung, padi, tanaman buah dan jenis tanaman lainnya dengan cara tradisional dan tak merusak lingkungan.

“Sehari-harine aktivitas e awak dhewe Yo bertani. Untuk kondisi saat Iki, karena banjir ya tetap bertani tapi di area pegunungan. Soale seng neg ngisor kan kebanjiran,” tuturnya.

BACA JUGA :   Komitmen Disketapang Pati Tangani Kasus Stunting

Widiyaningrum meyakini bahwa ajaran dari Sedulur Sikep melalui bertani adalah salah satu sumber kehidupan masyarakat sekitar pegunungan Kendeng.

Sementara itu, sepupunya, Anggit dengan usia yang lebih tua yakni kelahiran 2006 lebih menyukai nembang atau melantunkan nyanyian Jawa.

Melalui lirik-lirik khas tembang Jawa , Anggit bersama dengan kelompok grup Karawitan Wiji Kendeng menyuarakan kelestarian lingkungan.

Dalam setiap tembang yang dilantunkan memiliki maksud dan tujuan agar masyarakat terutama pemuda Sedulur Sikep dapat menjadi generasi penerus dalam melestarikan adat dan budaya.

Selain itu melalui tembang tersebut, Anggit mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama merawat kelestarian pegunungan Kendeng dengan cara menanam.

“Melalui nembang iku, sedulur kepengen ingin ngajak masyarakat ayo perjuangke kelestarian Kendeng dengan cara nandur, nanem lan nembang,” Ucapnya.

Saat ini Anggit bersama dengan Murwaningrum dan kelompok Karawitan Wiji Kendeng sedang mencoba mempopulerkan gerakan dan karya-karya melalui media massa.

Selain itu, keduanya juga berharap melalui media tersebut, dapat memperkenalkan ada kebudayaan dan ajaran Sedulur Sikep dalam menjaga kelestarian Pegunungan Kendeng.

BACA JUGA :   91 Orang Jalani Bedah Katarak Gratis di RSUD Soewondo Pati

“Nek saat Iki iku lagi fokus promosikno karya dan pengen negenalno ajaran Sedulur Sikep, piye carane jogo lingkungan Kendeng Iki Melalui media sosial,” tandasnya.

Dengan cara yang dipegang teguh sebagai salah satu ajaran dari Suku Samin tersebut, keduanya meyakini Pegunungan Kendeng akan tetap alami dan Lestari. (*)

 

Lestarikan Alam Kendeng Melalui Seni Budaya dan Bertani“. Mitrapost.com, 5 Jan 2023.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *