7 Kecamatan di Pati Masuk Zona Hitam Krisis Air Bersih, Ada Daerahmu?

Pati, Pesantenanpati.com – Selama tiga bulan terakhir ini, krisis air bersih dilaporkan melanda sebanyak 75 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Pati, akibat dari adanya dampak kemarau panjang.

Berdasar rincian dari data resmi milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, tujuh kecamatan di antaranya bahkan sudah menyandang status zona hitam dengan tingkat kekeringan paling parah se-kawasan Kabupaten Pati.

Dalam hal ini, tujuh kecamatan di Kabupaten Pati yang masuk zona hitam, di antaranya Jakenan (14 desa), Winong (11 desa), Gabus (10 desa), Pucakwangi (10 desa), Jaken (9 desa), Tambakromo (8 desa), dan Kayen (7 desa).

Kemudian, wilayah dengan tingkat kekeringan ringan atau zona kuning tercatat tersebar di lima titik, di antaranya meliputi Kecamatan Dukuhseti (2 desa) serta Tayu, Pati, Batangan, dan Sukolilo masing-masing satu desa.

Akibat dari adanya bencana tersebut, sebanyak 45.618 jiwa dari 13.698 kepala keluarga (KK) sepenuhnya bergantung pada pasokan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Oleh sebab itu, BPBD Kabupaten Pati melakukan penyaluran sebanyak 620 tangki air bersih atau setara dengan 2.917.000 liter sebagai wujud dari upaya penanganan darurat dari Pemerintah Daerah (Pemda).

BACA JUGA :   161 Jamaah Tahlilan di Juwana Diduga Keracunan Makanan, Alami Pusing hingga Muntah

Selain itu, pasokan air bersih juga didapat dari Palang Merah Indonesia (PMI) Pati, yaitu sebanyak 358 tangki atau setara dengan 1.790.000 liter.

Kemudian, angka distribusi masih terus bergerak dinamis mengikuti sejumlah bantuan yang masuk dari beberapa organisasi, relawan, maupun pihak swasta.

Menurut Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya, musim kemarau berdasar pada data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) diperkirakan berlangsung hingga November 2026 mendatang.

Hal ini memunculkan potensi terus bertambahnya sejumlah desa yang terdampak kekeringan hingga membutuhkan pasokan air bersih.

“Prakiraan hujan untuk wilayah Pantura Timur termasuk Pati, Rembang, dan Blora, baru dimungkinkan pada pertengahan November. Wilayah ini menjadi yang paling akhir menerima hujan di Jawa Tengah,” jelas Martinus. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed