238 Hektar Sawah di Gabus Dipastikan Puso

Pesantenanpati.com – 238 hektar lahan pertanian di Kecamatan Gabus, Kabupaten Pati dipastikan puso akibat banjir bandang yang melanda Pati selatan pada tanggal 30 November lalu.

Puso adalah kondisi dimana tanaman rusak tidak bisa berbuah akibat terkena dampak bencana alam maupun faktor-faktor yang lain.

Koordinator POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman) Wilayah Gabus, Jianto mengungkapkan, awalnya luas lahan di Gabus yang terendam banjir sebanyak 964 hektar. Saat surut, 726 hektar lahan bisa bertahan, sementara sisanya puso.

“di kecamatan kami laporan 964 hektar. Yang puso 238 hektar. Yang terkena dampaknya kemarin di 20 desa,” ujar Jianto saat dihubungi Mitrapost.com, Senin (12/12/2022).

Adapun lahan sawah yang puso tersebar di sembilan desa diantaranya desa Tanjang, Sunggingwarno, Penanggungan, Soko, Koripan, Gempolsari, Mintobasuki, Banjarsari, Babalan.

Rata-rata padi di wilayah tersebut baru berumur 5-20 hari. Beberapa bahkan sudah melewati pemupukan fase pertama.

Jelas jianto, puso tidak hanya terjadi di Kecamatan Gabus, melainkan tersebar di kecamatan-kecamatan terdampak banjir lainnya seperti diantaranya Margorejo, Jakenan, Kayen, Sukolilo, Winong, dan Tambakromo.

BACA JUGA :   Gapoktan Sejomulyo Terus Berkembang, Hingga Ada Penambahan Usaha KPL

“Kemarin waktu banjir 1 kabupaten kena 2.194 hektar. Untuk data puso lengkap kami belum bisa memberikan pastinya. Sedang kami mengumpulkan datanya, dicermati. Tanggal 16 Desember baru bisa diumumkan,” terangnya.

12 hari pasca kejadian banjir, sebagian petani sudah melakukan tanam ulang. Ada juga petani yang masih menunggu banjir hingga surut, berharap tanamannya yang puso masih bisa diselamatkan. (*)

 

238 Hektar Sawah di Gabus Dipastikan Puso“. Mitrapost.com, 12 Desember 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *