Pesantenanpati.com – Viral video menunjukkan oknum polisi diduga mengintimidasi pedagang di Pasar Induk Kramat Jati.
Menanggapi hal itu, Asisten Manajer Pasar Induk Kramat Jati, Fahrudin menyebut hal itu terjadi karena kesalahpahaman.
Kejadian bermula dari petugas keamanan pasar sedang patroli dengan didampingi Kepala Pos Polisi (Kapospol) Pasar Induk Kramat Jati.
“Petugas keamanan yang memang tugasnya buat penertiban untuk selasar, pada pagi itu mengajak Pak Basit nih, Kapospol, untuk pendampingan,” ujarnya dilansir dari Kompas.
Saat patroli itu, petugas keamanan menemukan pedagang yang berjualan melebihi ketentuan batas yang ditetapkan. Sehingga pedagang diminta memundurkan lapaknya karena menutupi akses lori dan jalur bongkar muat.
“Ditertibinlah sama security. Pada saat itu memang ada Pak Basit, Kapospol mendampingi. Jadi sebenarnya ya pendamping. Cuma karena ada yang pedagang yang sedikit tidak terima atau gimana karena dia ini, mungkin cara penyampaiannya sih,” ujarnya.
Cara penyampaian kemungkinan tak diterima dengan baik sehingga bersitegang.
“Pak Basit sebagai Kapospol mungkin melihat langsung refleks, karena ada video. Padahal memang itu udah kegiatan rutin dari petugas setiap harinya, setiap paginya. Untuk selasar itu biar rapi, biar kenyamanan pengunjung sama pedagang lalu lalang bisa lewat gitu,” kata dia.
Kejadian sudah diselesaikan, kedua belah pihak telah saling memaafkan.
“Saling memaafkan aja. Soalnya kan ini secara ini memang Pak Basit juga mungkin emosional, si pedagang kalau saja sesuai aturan si pedagang tidak melewati batas itu, ya mungkin kejadian ini enggak terjadi,” tutur dia.
“Pak Basit juga mungkin mengakui kesalahan mungkin dia terlalu (emosi), kita enggak tahu emosionalnya itu tiba-tiba refleks aja gitu. Refleks aja dia berucap seperti itu karena divideoin tadi,” lanjutnya.
Sebelumnya, korban bernama Sutrisno mengaku dimaki oleh petugas keamanan. Saat itu dirinya sedang melakukan bongkar muat buah yang baru tiba di kiosnya.
“Nah, di situ dia terus maki-maki saya, ‘Kamu ini ngeyel! Kamu udah berapa kali ditegur? Masih tetap aja!’. Di situ, lah saya bilang, ‘lho, Pak, posisi Bapak ini kan sebagai pendamping. Bapak nggak punya hak untuk berbicara, apalagi ikut mengatur’. Nah, di situ dia tambah marah,” paparnya.
Saat berargumen, oknum polisi tersebut justru semakin memaki dan mengancam agar dirinya tidak lagi diizinkan mengontrak lapak di kawasan tersebut.
“Sampai dia bilang sama yang punya lapak, manggil Pak Haji yang punya lapak itu, agar saya enggak boleh ngontrak di lapak itu. Maksud dia apa seperti itu? Kan dia enggak punya hak seperti itu,” paparnya. (*)








