Pesantenanpati.com – Di era kemajuan digital Indonesia saat ini, sejumlah momok yang tercatat belum terselesaikan di antaranya seperti kebocoran data, terutama pada data pribadi hingga serangan siber.
Melansir dari CNN Indonesia, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi RI), Alexander Sabar, menyebut insiden kebocoran data dan serangan siber ini didominasi persoalan teknis yang mendasar.
Di antara persoalan teknis tersebut, mulai dari seperti penggunaan sistem elektronik yang sudah usang hingga faktor kelalaian manusia atau human error.
“Solusi teknologi keamanan sebenarnya tersedia, namun efektivitasnya sering terhambat oleh penerapan dan pengelolaan yang belum optimal,” jelas Alex, dikutip Senin (19/01/2026).
Dalam hal ini, Alex menjelaskan berdasar pada catatan pihaknya yang menyebut masih banyaknya sistem digital yang dibangun dengan rancangan lama dan tidak lagi mendapat pembaruan keamanan secara berkala.
Kondisi ini membuat sistem menjadi rentan untuk dieksploitasi oleh para pelaku kejahatan siber. Kemudian, disiplin keamanan informasi di tingkat pengguna juga dinilai masih lemah yang terlihat dari belum optimalnya pengelolaan kata sandi, konfigurasi sistem, hingga tata kelola akses.
Menurut Alex, kebocoran data ini terjadi bukan semata karena canggihnya teknik pelaku, melainkan dari adanya celah internal seperti kesalahan konfigurasi sistem, keberhasilan serangan phishing, hingga ketidak disiplinan pengelolaan hak akses.
Meski anggaran teknologi informasi (IT) sudah tergolong besar, hal tersebut tidak menjamin keamanan yang tinggi. Kompleksitas yang yang terjadi di tengah ekosistem instansi berskala besar justru meningkatkan potensi kesalahan dan celah pengamanan. (*)








