Pesantenanpati.com – meningkatnya ketegangan konflik atau eskalasi yang terjadi di negara Timur Tengah turut memberi dampak bagi industri penerbangan, termasuk yang dialami oleh holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney.
Direktur Komersial InJourney, Veronica H Sisilia mengaku bahwa gangguan penerbangan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir turut menimbulkan dampak yang cukup signifikan terhadap ekosistem pengelolaan bandar udara.
“Apa yang terjadi dua hari yang lalu atau tiga hari yang lalu itu sudah pasti berdampak untuk ekosistem kita,” jelas Veronica dalam konferensi pers di Sarinah Jakarta, dikutip dari CNBC Indonesia, Jumat (06/03/2026).
Pada penjelasannya, peristiwa geopolitik yang terjadi belakangan ini berhasil memicu pengalihan penerbangan dari sejumlah bandara yang terdampak, hingga otomatis turut memengaruhi bandara lainnya yang berada dalam jaringan InJourney.
“Pengalihan pesawat dari seluruh bandara yang ter-impact itu juga pasti ter-impact ke tempat bandara-bandara yang dikelola oleh InJourney itu sudah pasti. Kalau pengalihan itu terjadi cancellation, efeknya, multiplier efeknya sudah pasti ke semua ekosistem yang ada di InJourney,” katanya.
Selain bagi operasional penerbangan, Veronica juga menekankan bahwa dampak tersebut menyasar ke seluruh rantai ekosistem bandara yang meliputi layanan ground handling, tenant komersial, logistik, hingga aktivitas penumpang.
“Pasti berpengaruh. Itu pasti sangat berpengaruh. Dan kita kan semua tidak tahu ini akan berapa lama, bagaimana, dan sebagainya,” ucapnya. (*)








