3 Tanda Tubuh Mengalami Kelebihan Minum Air Mineral

Pesantenanpati.com – Sebagian besar dari kita tahu bahwa dianjurkan untuk minum delapan gelas air mineral sehari. Beberapa penelitian lain mengatakan bahwa konsumsi air sebanyak dua liter ini tidak memenuhi kebutuhan.

Hal tersebut bukan berarti tubuh tidak memerlukan air. Tubuh tetap membutuhkan air untuk banyak fungsi.

Alasan tubuh tidak perlu dua liter air mineral sehari karena sekitar setengah dari konsumsi air harian berasal dari makanan, jadi para peneliti memperkirakan bahwa seseorang hanya membutuhkan 1,5 hingga 1,8 liter per hari. Jadi tetap konsumsi air mineral sesuai kebutuhan tubuh.

Perlu kamu tahu bahwa tubuh juga dapat mengalami kelebihan air. Berikut adalah tanda-tanda tubuh kamu mengalami kelebihan kadar air.

  1. Buang air kecil lebih sering, tetapi tidak benar-benar mengeluarkan semua air

Peningkatan kadar air dapat membuat air menumpuk pada ginjal. Peningkatan asupan air yang tinggi tentu akan membuat ginjal kerja lebih keras. Oleh sebab itu kamu akan merasa lebih sering buang air kecil. Akibat air yang menumpuk di ginjal tentu saja akan membuat tubuh menjadi kurang enak.

  1. Retensi air atau kelebihan cairan di dalam tubuh

Saat tubuh terasa bengkak pada bagian tangan, kaki, dan pergelangan kaki, seolah berat badan naik dengan cepat bisa saja kondisi ini adalah retensi air atau kelebihan cairan  dalam tubuh. Retensi air terjadi ketika tubuh secara fisik tidak mampu menghilangkan air, yang dapat disebabkan oleh kondisi medis yang serius. Keduanya sama-sama berbahaya karena mengganggu keseimbangan natrium dan air dalam darah.

  1. Kadar garam rendah

Perlu kamu tahu bahwa minum terlalu banyak air dapat menyebabkan keracunan air, di mana kadar garam dan elektrolit tubuh menjadi terlalu encer. Kekurangan garam dalam tubuh dapat menyebabkan mual, muntah, kelemahan otot dan mudah tersinggung. Jika tidak segera diobati, keracunan air dapat menyebabkan kondisi yang disebut ‘hiponatremia’, yang berarti kadar garam atau natrium dalam tubuh sangat rendah. Jika kadar ini turun terlalu cepat, dapat berbahaya dan bahkan dapat menyebabkan hal fatal seperti meninggal.

BACA JUGA :   Disnaker Pati Sebut Pekerja Dapat 4 Jaminan Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *