Kudus, Pesantenanpati.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng), dilaporkan akan melakukan pemanfaatan angkutan kota dan pedesaan menggunakan feeder maupun angkutan pendukung, untuk operasional Trans Jateng atau Trans Jekuti (Jepara, Kudus, Pati).
Dalam hal ini, program Trans Jekuti diharapkan tidak untuk menggantikan transportasi yang sudah ada sebelumnya, melainkan sengaja memanfaatkan kendaraan-kendaraan tersebut menjadi pengumpan dari antar-halter ke sejumlah tujuan.
“Mereka bisa difungsikan untuk feeder dari halte-halte,” ujar Kepala Dishub Kabupaten Kudus, Mundir, dilansir dari Tribun News.
Oleh sebab itu, Mundir mengatakan terkait dengan pihaknya yang masih perlu melakukan penataan kembali angkutan yang saat ini sudah ada dengan adanya Trans Jekuti.
Dengan demikian, rencana Trans Jekuti yang digawangi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) sampai saat ini masih dilakukan pengkajian, sehingga detail trayek hingga jumlah armada yang disiapkan belum dapat diketahui secara pasti.
“Untuk jumlah feeder nanti kami sesuaikan dengan jumlah armada Trans Jekuti yang disediakan,” jelasnya, dikutip Jumat (25/09/2026).
Kemudian, pihaknya juga memastikan bahwa sejumlah aspek seperti trayek, halte, kebutuhan armada, hingga integrasi dengan angkutan lokasi akan dimatangkan sebelum Trans Jekuti mulai beroperasi.
Salah satu di antara sejumlah titik pemberhentian Trans Jekuti, seperti Terminal Getas dan Terminal Jetak, yang merupakan aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, baru akan dilakukan penataan di tahun depan. (*)








