Cara Kerja Kompos dalam Mengurai Sampah Organik

Pesantenanpati.com – Sebagai pengisi waktu luang, pernahkah kamu mencoba mengolah sampah organik menjadi hal yang lebih bermanfaat seperti membuat pupuk kompos?

Untuk mengurangi jumlah sisa rontokan pada ranting, dahan hingga bunga di tempat sampah, alangkah lebih baiknya jika sampah-sampah tersebut diolah kembali menjadi hal yang bisa didaur ulang.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya mengartikan kompos sebagai kumpulan bahan-bahan organik yang sudah mengalami proses pelapukan karena terjadi interaksi antara mikroorganisme atau bakteri pembusuk.

Bahan organik yang digunakan sebagai kompos di antaranya rumput, jerami, sisa ranting dan dahan, kotoran hewan, bunga yang rontok hingga air kencing hewan ternak. Semua bahan tersebut mengalami pelapukan yang terjadi karena mikroorganisme yang tumbuh subur pada lingkungan lembap dan basah.

Pada dasarnya, proses pelapukan ini berlangsung dalam jangka waktu yang sangat lama, bahkan bisa mencapai puluhan tahun.

Oleh karena itu, adanya bantuan dari manusia mampu mempercepat proses pelapukan selama kurang lebih 1—3 bulan saja.

Pupuk kompos juga bisa digunakan untuk meningkatkan daya ikat tanah terhadap air sehingga dapat menyimpan air tanah lebih lama. Ketersediaan air dalam tanah mampu mencegah lapisan keringnya.

BACA JUGA :   Aktivitas Relaksasi yang Mudah Dilakukan di Rumah

Keuntungan tanaman yang didapat dari diberikannya pupuk kompos tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga dalam jangka panjang hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

Dalam skala ekonomi yang sedang terjadi saat ini, menggunakan pupuk organik seperti kompos menjadi solusi alternatif bagi pertanian dan perkebunan karena harganya relatih murah.

Selain sebagai penyelamat ekonomi, memilih menggunakan npupuk kompos menjadi satu aktivitas heroik untuk menyelamatkan penggunungan sampah yang tidak terolah dengan baik dan bisa mencemari lingkungan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *