Semarang, Pesantenanpati.com – Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengapresiasi Kota Semarang dalam masalah penanganan stunting.
“Malah di sini (Kota Semarang) sudah turun cuma 1,6 persen. Jadi sudah sangat jauh. Ada beberapa daerah memang tinggi, tetapi dari laporan BKKBN yang menjadi korlap, itu yakin bahwa (target) 14 persen bisa tercapai,” jelasnya.
Hal itu ia sampaikan saat mengunjungi Rumah Pelita di Jalan Candi Pawon Timur 3, Semarang, Kamis (28/12/2023) bersama dengan Penjabat Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana.
Rumah Pelita merupakan rumah penanganan gizi lintas sektor. Nana Sudjana mengatakan bahwa ada pemberian makanan tambahan untuk balita, kegiatan PAUD, penerapan dan kelas pola asuh, serta penanganan ibu hamil yang didiagnosa anemia maupun mengalami kekurangan energi kronis.
“Untuk di Semarang, stunting ini sangat baik penurunannya, cukup drastis,” ujarnya.
Pada 2022 prevalensi stunting di Kota Semarang masih 10,9 persen. Pada 2023 ini, sudah turun di posisi 1,6 persen. Pihaknya menilai, keberhasilan tersebut menunjukkan keseriusan Pemkot Semarang dalam menangani stunting. (*)












