Pemprov Bakal Gelar 308 Kali Gerakan Pangan Murah untuk Kendalikan Harga Bahan Pokok

Pesantenanpati.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jateng berencana menggelar 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) sampai Maret 2026 di seluruh kabupaten/kota.

Langkah ini dilakukan dalam rangka memastikan stok pangan, stabilitas harga, dan keterjangkauan harga bahan pangan.

Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pasokan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah, Sri Broto Rini mengatakan, Jawa Tengah mengalami surplus pangan dalam jumlah besar, khususnya beras. Namun ada peningkatan permintaan saat Ramadan.

“Memasuki bulan Ramadan, 12 komoditas pangan strategis di Jawa Tengah stoknya semua masih aman,” ujarnya.

Sejumlah pangan juga diakui mengalami kenaikan dalam beberapa minggu terakhir. Seperti cabai, di mana harga rata-rata di Provinsi Jawa Tengah sekitar Rp80 ribu per kilogram di tingkat konsumen.

“Juga ada peningkatan beberapa komoditas pangan di tingkat konsumen, seperti daging ayam dan daging sapi. Sudah mulai naik tapi belum sampai batas HAP, jadi masih aman,” jelasnya.

Terkait kenaikan harga cabai dan beberapa komoditas penting itu, kata Rini, juga dipengaruhi oleh peningkatan permintaan dari luar Jawa Tengah, khususnya dari Jakarta. Harga cabai di Jakarta saat ini menyentuh sekitar Rp100 ribu per kilogram, sehingga banyak pedagang yang mengirim ke sana.

BACA JUGA :   BPBD Temanggung Bakal Bangun Sumur di Wilayah Langganan Kekeringan

“Akibatnya harga di Jawa Tengah ikut naik juga, meskipun tidak signifikan seperti di Jakarta,” ujarnya.

Untuk mengatasi kenaikan harga cabai tersebut, pemprov telah melakukan sejumlah intervensi. Salah satunya, subsidi harga tingkat konsumen.

“Kita melakukan penugasan melalui JTAB, dengan menjual cabai dengan harga Rp65 ribu per kilogram, supaya masyarakat atau konsumen lebih bisa menjangkau,” terang Rini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *