BGN Ungkap Ada Oknum Yayasan Minta Pungli dengan Hitungan per Ompreng MBG

Pesantenanpati.com – Badan Gizi Nasional (BGN) Republik Indonesia (RI) berhasil melakukan pembongkaran terkait adanya praktik tidak terpuji yang dinilai mampu mengancam mutu dan kualitas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN RI, Sudaryono, mengatakan bahwa pihaknya mendapati ada oknum yayasan yang meminta setoran ilegal atau pungutan liar (pungli), yang dihitung per ompreng makanan kepada sebuah mitra pengelola dapur.

Dalam hal ini, temuan tersebut menjadi perhatian yang cukup serius, khususnya dalam kacamata kesehatan masyarakat maupun pemenuhan hak gizi anak.

Menurutnya, pemotongan anggaran per porsi dikhawatirkan mampu menimbulkan dampak secara langsung bagi tergerusnya kualitas nutrisi, berkurangnya porsi makanan, hingga terabaikannya aspek higienitas.

Oleh sebab itu, Sudaryono menegaskan bahwa tindakan pungli tersebut mampu memunculkan ancaman pencapaian target bagi perbaikan gizi generasi muda.

“Kami menemukan ada yayasan yang meminta setoran sekian rupiah per ompreng ke mitra dapur MBG. Ini tidak boleh terjadi karena setiap rupiah yang dialokasikan harus kembali dalam bentuk makanan yang bergizi utuh untuk anak-anak,” jelas Sudaryono, dikutip dari Detik.

BACA JUGA :   1.653 Satuan Pendidikan di RI Dikeluarkan BGN dari Penerima Manfaat MBG

Padahal menurutnya, komposisi piring makan pada program MBG sudah dirancang berdasar pada perhitungan Angka Kecukupan Gizi (AKG) untuk bisa menekan angka stunting, mencegah gizi kurang, serta menunjang konsentrasi belajar anak.

Sementara, pemangkasan anggaran akibat pungli tidak hanya mengancam penurunan mutu gizi, tetapi juga memicu pengabaian standar sanitasi serta keamanan pangan (food safety) pada proses pengolahan di dapur, yang rentan memicu kasus keracunan makanan.

“Kami menegaskan kepada seluruh mitra pengelola dapur untuk tidak melayani permintaan setoran dari pihak manapun. Kalau anggaran dipotong, yang dirugikan adalah kualitas piring makan anak-anak kita,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *