Ada Laporan yang Sebut 3.560 Orang Meninggal Akibat Karhutla, Ini Kata BNPB

Pesantenanpati.com – Sebuah laporan dari Centre for Research on Energy and Clean Air (CREA) memperkirakan terkait dengan sebanyak 3.560 orang meninggal dunia akibat dampak dari pencemaran udara di Indonesia, termasuk asap atas peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggapi hal itu, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengatakan bahwa pihaknya telah mencermati laporan tersebut.

Namun, pihaknya mengaku perlu menilai adanya penjelasan lebih lanjut terkait dengan metodologi dan sumber data yang digunakan untuk menghasilkan estimasi angka kematian tersebut.

“Terkait angka estimasi 3.560 kematian yang disebutkan dalam laporan tersebut, perlu dipahami terlebih dahulu metodologi yang digunakan, sumber data, periode penghitungan, serta berapa bagian yang diperkirakan berkaitan dengan asap karhutla dan berapa bagian yang berasal dari sumber pencemaran udara lainnya,” ujar Berton, dikutip dari CNN Indonesia.

Pasalnya, Berton menilai bahwa estimasi angka kematian berdasarkan pemodelan dampak paparan polutan berbeda dengan jumlah kematian yang tercatat dan terverifikasi secara individual dalam sistem pelayanan kesehatan.

BACA JUGA :   5 Orang Resmi Jadi Tersangka dalam OTT KPK di Lingkup BNPB

Bahkan, pihaknya juga mengaku jika BNPB tidak dapat secara mandiri melakukan penetapan terkait dengan jumlah angka kematian yang diakibatkan oleh paparan asap karhutla.

Dalam hal ini, Berton menjelaskan bahwa penilaian dampak kesehatan membutuhkan data dan analisis dari instansi yang memiliki kewenangan serta kompetensi di bidang kesehatan dan kualitas udara.

“BNPB perlu mengintegrasikan informasi tersebut dalam penilaian dampak bencana dan koordinasi penanganan bersama kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terkait,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *