Pesantenanpati.com – Warga Kudus yang mengungsi akibat banjir mencapai 1.822 jiwa atau 606 keluarga. Mereka mengungsi ke 11 tempat.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Kudus Eko Hari Djatmiko mengatakan, data tersebut merupakan data sementara dan akan terus diperbarui.
“Berdasarkan data per hari ini (17/1), total pengungsi mencapai 1.822 jiwa. Tentu akan terus diperbarui karena bersifat dinamis,” ujarnya dilansir dari Antara Jateng.
Para pengungsi mayoritas adalah perempuan berasal dari Desa Pasuruhan Lor, Temulus, Karangrowo, Kesambi, Jati Wetan, Jetis Kapuan, Karangrowo, Ngemplak, Payaman, Tanjungkarang, dan Gulang.
Mereka menempati pengungsian yang berada di Gedung NU Center Pasuruhan Lor, Madrasah Hidayatys Shibyan Temulus, Balai Desa Karangrowo, TK Pertiwi dan Aula Balai Desa Kesambi, Balai Desa Jati Wetan, Gedung Muslimat NU Loram Kulon, gedung DPRD Kudus, Balai Desa Payaman, GKMI Tanjung Karang, kantor PDI-P Jalan Lingkar Kudus, dan Balai Desa Gulang.
Untuk mencegah banjir meluas, mofifikasi cuaca juga dilakukan di wilayah Kudus, Jepara, hingga Pati.
“Mudah-mudahan, dengan adanya Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) intensitas curah hujan bisa berkurang sehingga genangan banjir di Kabupaten Kudus bisa segera surut,” ujarnya. (*)







