Lika-liku Bisnis Rujak, Wanita Pati Ini Berhasil Jadikan Cibiran Sebagai Semangat

Pati, Pesantenanpati.com – Menjadi pebisnis memang tidak mudah. Itulah yang dialami salah satu wanita dari Desa Mintomulyo, Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, Wiwik Widyawati (23).

Wiwik adalah seorang pebisnis muda rujak yang ia kemas dalam bentuk box atau wadah plastik. Sehingga tak seperti rujak pada umumnya yang dijual di jalanan.

Ia sering kali mendapatkan komentar maupun cibiran yang negatif mengenai harga rujak yang ia jual karena dinilai cukup mahal dan selalu dibandingkan dengan harga dari penjual yang lain.

Sehingga, ia menilai bahwa semua orang belum mengetahui segi kualitas, rasa, dan kebersihan dalam hal makanan. Terlebih setiap orang memiliki ciri dan khasnya masing-masing, yang tidak bisa disamaratakan.

“Kan tetanggaku kalau mau beli rujak yah dimana saja 10 ribu dapat banyak, sedangkan di aku beda lah. Dan saat itu juga pernah waktu itu aku sedang nyiapin pesanan customer to itu sampai diginiin juga halah kok larang leh gini, gini seperti itu intinya yang gak enak didengar,” keluh Wiwik.

BACA JUGA :   BKPP Minta Pelamar CASN Pilih Formasi Sesuai Minat dan Kualifikasi

“Karna menurutku semua orang belum tahu mana kualitas premiun dan mana kualitas standart bahkan dari segi packing, segi kualitas, segi bahan, segi bumbu dan segi kebersihan pastinya berbeda-beda setiap pembeli,” tambahnya.

Meskipun demikian, ada banyak dukungan dan support dari keluarga, saudara bahkan teman sekitar yang memotivasi ia agar lebih percaya diri dalam membangun usaha bisnis jualan dan tidak mudah patah semangat.

Justru cibiran yang ia dapatkan dijadikan sebagai lecutan dan semangat dalam mengembangkan bisnisnya.

“Tapi meskipun begitu ya aku juga sangat bersyukur dan alhamdulillah masih ada keluarga, sodara, teman selalu mendukung aku hingga gawe aku lebih percaya diri nambah motivasi aku go bangun jualanku ini ben gak mudah patah semangate,” jelasnya.

Lebih lanjut, dalam membangun bisnis penjualan rujak, ia akan selalu mengutamakan kualitas dan kenyamanan pelanggan. Baik dari segi packing dan wadah yang steril, segi pembuatan yang higienis, ataupun dari kebersihan buah sebelum dan sesudah proses packing.

“Aku juga mengutamakan kualitas bisnisku, dan aku juga selalu mensterilkan tempat wadah rujakku ya, kemudian juga aku selalu memakai sarung tangan saat melakukan aktiviatas dalam menyiapkam pesenan customer, hampir sering juga aku sering nyuci buah itu pake air galon yang isi ulang,” bebernya. (*)

BACA JUGA :   Ibadah Natal Secara Hybrid Masih Diselenggarakan di Pati

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *