Pasien Covid Tak Lagi Ditanggung Pemerintah Mulai September, Ini Tanggapan Dinkes Pati

Pati, Pesantenanpati.com – Berakhirnya masa pandemi menjadi endemi, membuat pemerintah tak lagi menanggung biaya perawatan pasien Covid. Aturan itu akan berlaku mulai bulan September mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia membenarkan adanya aturan tersebut.

Ia menjelaskan jika klaim penggantian biaya pasien Covid nantinya tidak bisa diajukan ke Kementrian Kesehatan (Kemenkes), namun akan ditanggung melalui mekanisme Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) baik dibayar melalui penjamin yang terkait ataupun dibayar pribadi oleh masyarakat.

“Artine kan sekarang sudah gak dibayar negara lagi, dan rumah sakit pun sudah gak bisa ngeklaim lagi buat diajukan Kemenkes. Tapi akan ditanggung oleh JKN seperti BPJS,” jelasnya.

Sayangnya, pihakn Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) hingga kini belum mengeluarkan keputusan maupun surat resmi guna menindaklanjuti hal ini. Sebab sebuah kebijakan maupun keputusan tidak bisa langsung diproses lantaran ada tahap dan petunjuk selanjutnya yang harus dilakukan.

Aviani berharap pihak BPJS mau menanggung pembiayaan pasien Covid agar tidak memberatkan masyarakat.

BACA JUGA :   PDAM Tirta Bening Akui Tak Keberatan dengan Ketentuan CSR

Terlebih, saat pandemi Covid dahulu tak menjadi ranah dari BPJS, lantaran penyakit Covid dahulu merupakan sebuah bencana. Sehingga, setelah 1 September 2023 nanti penyakit Covid akan menjadi penyakit seperti penyakit lainnya bukan sebuah penyakit khusus lagi.

“Dan dulu waktu pandemi kan bukan ranahnya BPJS, karena itu sebuah bencana dan sekarang sudah gak pandemi lagi jadi semoga saja BPJS mau. Karena itu di luar BPJS, dan di luar pandemi sekarang pasien Covid kan sudah kaya penyakit-penyakit lain gak penyakitnya gak khusus gitu lo gak kaya awal pandemi,” jelasnya.

“Dan saya yo harapannya bisa dibiayai oleh BPJS, agar apa agar masyarakat tidak merasa keberatan gitu lo. Karena juga biaya penanganan pasien Covid tidak sedikit. Kalau dibilang murah apa mahal itukan relatif, kalau orang punya uang yo bilangnya murah, tapi kalau orang yang gapunya uang kan bilangnya mahal. Jadi butuh biaya yang tidak sedikit,” tambahnya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *