Bansos Banyak Tak Tepat Sasaran, Pemerintah Bakal Perbanyak Penyaluran Via Digital

Pesantenanpati.comPenyaluran bantuan sosial (bansos) selama ini dinilai banyak yang tak tepat sasaran. Oleh karena itu, pemerintah bakal memperbanyak penyaluran via digital.

Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Robben Rico mengatakan bahwa tingkat ketidaktepatan sasaran bansos mencapai lebih dari 40 persen.

“Cukup surprise, data yang disampaikan ke kami tingkat ketidak tepat sasarannya bansos di atas 40%,” ujarnya dilansir dari Bisnis.com.

Rinciannya, 45% penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan bansos sembako tak tepat sasaran. Kemudian bantuan pendidikan yang tidak tepat sasaran mencapai 43,17%.

Bantuan subsidi LPG 3 kilogram tak tepat sasaran hingga 60,57%. Bantuan subsidi listrik tidak tepat sasaran 58,6%.

Data dinilai krusial dalam penyaluran bansos. Oleh karena itu, perlu ada data yang akurat. Pemerintah pun kini mendorong penerapan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital, sistem Perlinsos yang terintegrasi, dibangun di atas pondasi Digital Public Infrastructure (DPI) yang telah diperbarui.

Dengan sistem tersebut, warga bisa mendaftar bansos, verifikasi kelayakan, dan melakukan sanggah data. Cara ini pun bisa menghapus cara manual dan keputusan yang tak transparan.

BACA JUGA :   Ribuan Keluarga Penerima Bansos di Jepara Fiktif

“Sebelumnya kan [data] terpisah-pisah. Sekarang data dilelebur,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Fifi Aleyda Yahya mengatakan bahwa Perlinsos Digital menjadi cara agar bansos tepat sasaran.

“Sering kali bansos bukan karena pemerintah tidak mau membantu. Masalahnya, justru pada pendataan nama ada di KK atau tidak, ada warga yang masih terdaftar, tapi pindah tempat tinggalnya. Ada yang belum tercatat juga. Ada datanya belum diperbaharui bertahun-tahun,” ujarnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *