PHK Massal Pabrik Garmen di Cimahi, Ini Biang Keroknya

Pesantenanpati.com – Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terjadi di Pabrik garmen di Cimahi, PT Namnam Fashion Industries.

PHK dilakukan imbas permintaan global yang merosot. Sehingga bukan semata karena daya beli masyarakat yang turun.

“Jadi bukan karena daya beli masyarakat Indonesia menurun dalam kasus PHK di garmen, bukan. Lebih kepada menurunnya daya beli masyarakat global,” ujar Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal dilansir Bisnis.com.

Hal ini pun menjadi masalah yang terjadi di sektor garmen dan tekstil dalam beberapa waktu terakhir ini.

Pernurunan permintaan ini juga karena ada konflik geopolitik global yang berkepanjangan hingga biaya operasional industri yang membengkak akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas.

“Sehingga harga di negara-negara yang mendapatkan order bersaing ketat dari para buyer dan orang membeli pakaian-pakaian bermerek juga menurun, daya belinya menurun,” ujarnya.

Meski PHK dilakukan, pihaknya memastikan hak-hak karyawan yang terdampak tetap diberikan. Tercatat ada 178 pekerja yang terdampak PHK.

BACA JUGA :   PJ Kades di NTT Cabuli Remaja Lima Kali, Ancam dan Beri Uang Tutup Mulut

“Perusahaan tidak tutup. Yang terjadi adalah efisiensi, dengan total pekerja yang terkena PHK sebanyak 178 orang. Saat ini perusahaan masih beroperasi dengan sekitar 101 pekerja,” ujar Kabid Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial (HI & Jamsos) Disnakertrans Jabar Firman Desa. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *