Pedagang Tempe di Probolinggo Kena Begal, Pelaku Serang Korban dengan Sajam

Pesantenanpati.comSeorang pedagang tempe di Probolinggo kena begal saat hendak jualan ke pasar pada Kamis (9/7/2026) pagi.

Peristiwa itu terjadi saat korban bernama Shofiudin (27) berada di Jalan Raya Mastrip tepatnya di kawasan kompleks pemakaman Tionghoa, Kecamatan Wonoasih.

Korban awalnya mengendarai sepeda motor ke Pasar Bantaran untuk jualan tempe. Dagangannya, ia bawa dengan boks yang dipasang di sepeda motor.

“Korban pedagang tempe. Saat itu berangkat dari rumahnya di Kelurahan Sumbertaman menuju Pasar Bantaran. Sebelum ke lokasi kejadian, korban sempat berhenti di Pasar Krempyeng Jrebeng,” kata Kapolsek Wonoasih, Kompol Lukman Hadi dilansir dari Kompas.

Ia mengaku dibuntuti pelaku namun tak menyadarinya. Namun saat sampai di lokasi kejadian, korban sudah dipepet empat pelaku yang mengendarai dua sepeda motor.

“Baru setelah melintas di kawasan RTH, korban mulai merasa ada yang mengikuti. Saat sampai di jembatan, korban langsung dipepet,” paparnya.

Pelaku menarik kunci kontak korban hingga kendaraan berhenti. Saat itulah, pelaku menyerang korban dengan senjata tajam.

BACA JUGA :   Berikut Kriteria Penerima Bebas Pajak Penghasilan bagi Pekerja

“Bacokan pertama mengenai helm, bacokan kedua mengarah ke wajah. Beruntung korban memakai helm sehingga sabetan tidak mengenai kepala secara langsung, meski helmnya pecah,” paparnya.

Selanjutnya pelaku membawa kabur sepeda motor korban.

“Handphone korban yang disimpan di helm sempat jatuh saat terjadi pembacokan. Namun setelah kejadian, handphone itu sudah tidak ditemukan,” paparnya.

Kondisi TKP sepi sehingga korban tak langsung mendapatkan pertolongan. Ia kemudian dilarikan ke Puskesmas Wonoasih untuk menjalani perawatan sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Wonoasih.

“Saat ini kasusnya masih dalam penyelidikan,” jelasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *