Konsumsi LPG Subsidi 3 Kg Dinilai Selalu Alami Kenaikan Sejak 2023

Pesantenanpati.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan terkait dengan konsumsi liquefied petroleum gas (LPG) bersubsidi 3 kilogram (kg), yang dinilai kerap melebihi kuota penetapan dari Pemerintah Pusat.

Dalam tiga tahun terakhir, konsumsi LPG subsidi tercatat selalu melampaui kuota. Atas laporan tersebut, Pemerintah Pusat secara konsisten tengah melakukan perubahan terkait dengan besaran kuota dan penetapan volume yang lebih tinggi dari kuota awal.

“Kami lanjutkan ke bagian kuota LPG. Kita ketahui bahwa memang dari tahun ke tahun sesungguhnya konsumsi LPG ini terus meningkat,” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.

“Berbagai upaya sudah dilakukan untuk mengurangi beban dari meningkatnya konsumsi LPG ini,” tambahnya dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), dikutip dari Liputan6, Kamis (27/08/2026).

Perlu diketahui, data awal pada tahun 2023 Pemerintah RI memberikan penetapan kuota awal untuk LPG subsidi sebanyak 8,0 juta metric ton (MT), yang kemudian diubah menjadi 8,1 juta MT dengan realisasinya yang mencapai hingga 8,04 juta MT.

BACA JUGA :   Penyelundupan Ganja Lewat Ekspedisi Terungkap, Berawal dari Paket Mencurigakan

Kemudian pada tahun 2024, kuota awal mencapai 8,03 juta MT yang disesuaikan di angka 8,29 juta MT dengan realisasi 8,23 juta MT. Sementara untuk tahun 2025, kuota awal tercatat 8,17 juta MT yang diubah menjadi 8,55 juta MT dan direalisasikan di angka 8,52 juta MT.

Bahkan, Laode kembali mencatatkan prognosa konsumsi LPG subsidi 3 kg untuk tahun 2026 yang menembus di angka 8,67 juta MT atau mencapai 108,46 persen dari kuota Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Artinya, selalu terjadi peningkatan dari patokan awal di setiap tahunnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *